BahasBerita.com – Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 27 kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kondisi jalan berlubang di wilayah Jakarta dan sekitarnya selama musim hujan awal tahun ini. Data ini memicu koordinasi intensif antara kepolisian dan Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan titik-titik jalan rusak demi meningkatkan keselamatan pengendara. Kondisi jalan yang memburuk akibat curah hujan tinggi menjadi faktor utama yang memperparah risiko kecelakaan di sejumlah ruas jalan utama ibu kota.
Kerusakan jalan berlubang di Jakarta saat ini dipengaruhi oleh cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang meningkat secara signifikan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa perbaikan jalan sementara harus ditunda hingga cuaca memungkinkan agar pengerjaan dapat dilakukan secara menyeluruh dan tahan lama. “Kami menghindari perbaikan tambal sulam yang hanya bersifat sementara. Kualitas perbaikan harus tahan lama agar tidak terjadi kerusakan berulang,” ujarnya dalam konferensi pers yang berlangsung di Balai Kota. Kondisi ini juga didukung oleh laporan dari Dinas Bina Marga yang menyatakan bahwa curah hujan tinggi menyebabkan material jalan lebih cepat aus dan retak, mempercepat munculnya lubang di aspal.
Dari total 27 kecelakaan akibat jalan berlubang, sejumlah insiden terjadi di titik-titik rawan seperti Jalan RE Martadinata dan sejumlah ruas jalan di Bekasi yang masuk dalam wilayah pengawasan Polres Jakarta Barat. Polisi mencatat beberapa kecelakaan menimbulkan korban luka serius hingga kerugian materi yang cukup besar. Salah satu kecelakaan menimpa seorang pengendara motor yang terjatuh akibat lubang besar di Jalan RE Martadinata. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Agus Santoso, menyampaikan, “Kami terus berupaya melakukan pengamanan di titik-titik rawan dan memberikan imbauan agar pengendara lebih berhati-hati terutama saat kondisi hujan.” Selain itu, polisi juga meningkatkan patroli dan memasang rambu peringatan di lokasi-lokasi lubang jalan yang berpotensi membahayakan.
Dalam menanggapi kondisi ini, Dinas Bina Marga DKI Jakarta melaporkan telah menangani lebih dari 1.383 titik jalan berlubang sejak awal Januari 2026. Penanganan ini meliputi penambalan sementara dengan material aspal hotmix yang siap diterapkan saat cuaca cerah. Kepala Dinas Bina Marga DKI, Irwan Setiawan, menegaskan bahwa selain perbaikan titik lubang, pihaknya juga sedang menyiapkan program perbaikan menyeluruh setelah musim hujan mereda, termasuk penggantian aspal secara total di ruas-ruas yang rusak parah. “Proses perbaikan jalan ini kami lakukan secara bertahap dengan prioritas pada jalan-jalan utama yang memiliki volume lalu lintas tinggi,” ujarnya. Selain itu, upaya mitigasi banjir juga terus dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca dan normalisasi sungai sebagai langkah jangka panjang untuk mencegah kerusakan infrastruktur akibat genangan air.
Koordinasi antar-stakeholder menjadi kunci dalam penanganan kondisi jalan berlubang ini. Polda Metro Jaya berperan aktif dalam pemantauan dan pelaporan kecelakaan serta kondisi jalan rusak. Sementara itu, Dinas Bina Marga dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertanggung jawab terhadap perencanaan dan pelaksanaan perbaikan jalan. Gubernur DKI Pramono Anung kembali mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam melaporkan titik jalan berlubang melalui kanal resmi agar perbaikan dapat segera dilakukan. “Keselamatan pengendara adalah prioritas utama kami. Oleh karena itu, kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mematuhi aturan lalu lintas,” tambahnya.
Data | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
Kecelakaan akibat jalan berlubang | 27 kejadian | Wilayah Jakarta dan sekitarnya |
Titik jalan berlubang yang ditangani | 1.383 titik | Penanganan sejak Januari 2026 |
Lokasi rawan kecelakaan | Jalan RE Martadinata, Bekasi | Ruas dengan lubang jalan parah |
Upaya mitigasi banjir | Operasi modifikasi cuaca dan normalisasi sungai | Langkah pencegahan jangka panjang |
Penanganan jalan berlubang dan pencegahan kecelakaan akibat kerusakan jalan di Jakarta menjadi tantangan serius yang membutuhkan sinergi antara berbagai instansi dan partisipasi warga. Perbaikan infrastruktur yang berkualitas dan pengawasan ketat di titik-titik rawan diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan dan meningkatkan kenyamanan berkendara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus mengembangkan strategi mitigasi banjir sebagai penyebab utama kerusakan jalan agar kondisi infrastruktur tetap terjaga.
Ke depan, percepatan perbaikan jalan setelah cuaca membaik menjadi fokus utama agar lubang-lubang jalan yang selama ini menjadi ancaman keselamatan dapat segera ditangani secara tuntas. Selain itu, edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat juga diperkuat untuk mengurangi risiko kecelakaan. Dengan upaya bersama, DKI Jakarta berupaya menciptakan jalan yang lebih aman dan nyaman untuk seluruh pengendara di tengah tantangan cuaca ekstrem dan urbanisasi yang terus berkembang.
BahasBerita BahasBerita Informasi Terbaru Seputar Internet
