BahasBerita.com – Bupati Klaten dan Danrem 074/Megantara baru-baru ini menginisiasi penanaman jagung secara bersama di lahan pertanian utama Kabupaten Klaten sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat ketahanan pangan daerah. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi sinergis antara pemerintah daerah, TNI AD wilayah Jawa Tengah, dan komunitas petani lokal, berfokus pada peningkatan produksi jagung guna memenuhi kebutuhan pangan menjelang akhir tahun 2025. Langkah ini sekaligus menjadi respon atas tantangan ketersediaan pangan di tengah dinamika agribisnis nasional dan kebutuhan pengembangan pertanian berkelanjutan.
Aksi tanam jagung ini berlangsung di salah satu kawasan pertanian utama di Kabupaten Klaten, dengan metode modern yang mengadopsi inovasi pertanian terkini untuk meningkatkan produktivitas hasil panen. Bupati Klaten, bersama Danrem 074/Megantara yang juga merangkap sebagai komandan Kodim 074, turun langsung ke lapangan bersama para petani lokal. Kegiatan meliputi penyuluhan teknik budidaya jagung yang tepat hingga penggunaan input pertanian berkelanjutan agar produksi tidak hanya meningkat tetapi juga mempertahankan kesuburan tanah. Selain itu, keterlibatan TNI dalam pendampingan langsung memberikan pembinaan yang optimal, mulai dari pengolahan lahan hingga pascapanen.
Ketahanan pangan di Kabupaten Klaten secara khusus menghadapi tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas. Dalam konteks ini, peran TNI AD wilayah Jawa Tengah melalui Danrem 074/Megantara memiliki fungsi strategis selain sebagai penjamin keamanan, juga sebagai mitra aktif dalam pembangunan pertanian. Berbagai program pendampingan pertanian oleh Kodim 074 selama ini telah berkontribusi dalam membangun kapasitas petani lokal di Klaten. Sinergi tersebut diperkuat dengan kebijakan pemerintah daerah yang menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas dalam rencana pembangunan daerah. Bupati Klaten menegaskan bahwa “program ini merupakan upaya nyata memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.”
Dalam pernyataannya saat berada di lokasi tanam jagung, Danrem 074 menyampaikan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan nasional yang selama ini digalakkan TNI AD. Menurutnya, keterlibatan aparat di sektor pertanian merupakan wujud konkret pengabdian kepada masyarakat sekaligus komitmen terhadap penguatan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal. “Kami optimis dengan kerja sama pemerintah daerah dan para petani, produksi jagung di Klaten dapat meningkat sehingga ketahanan pangan terjaga dengan baik hingga masa depan,” ucap Danrem.
Penanaman jagung secara masif ini dipandang sebagai suatu tindakan strategis yang memiliki dampak langsung terhadap stabilitas pangan Kabupaten Klaten. Proyek ini membuka peluang peningkatan pendapatan petani melalui pengembangan agribisnis jagung yang berkelanjutan dan berbasis komunitas. Selain menurunkan ketergantungan pada bahan pangan impor, program ini juga diharapkan bisa menjadi model pemberdayaan petani lokal dengan dukungan teknologi dan pembinaan intensif dari TNI. Karena itu, pemerintah daerah berencana melanjutkan dan memperluas program ini ke wilayah-wilayah lain yang memiliki potensi pertanian jagung serupa.
Aspek | Peran Bupati Klaten | Peran Danrem 074/Megantara | Dampak pada Ketahanan Pangan |
|---|---|---|---|
Kontribusi Langsung | Memimpin inisiatif tanam jagung dan penyusunan kebijakan daerah | Pendampingan teknis dan pembinaan petani melalui Kodim 074 | Meningkatkan produksi jagung untuk mengurangi kekurangan pangan |
Sinergi Lintas Sektor | Memfasilitasi kerjasama antara pemerintah, petani, dan TNI | Menjadi penghubung antara komunitas militer dan masyarakat petani | Memperkuat kolaborasi dalam pembangunan pertanian berkelanjutan |
Inovasi | Mendorong penggunaan teknologi pertanian terbaru | Menerapkan metode pelatihan berbasis lapangan | Peningkatan produktivitas dan efisiensi lahan pertanian jagung |
Dari segi kebijakan, kolaborasi ini sejalan dengan arah program ketahanan pangan nasional yang menuntut keterlibatan multi-stakeholder, terutama dalam konstelasi daerah dengan ketergantungan tinggi pada sektor pertanian. TNI, khususnya lewat Danrem 074/Megantara, kini menjadi partner strategis dalam mengoptimalkan potensi agraris sekaligus menjaga stabilitas sosial ekonomi di tengah tantangan global. Di sisi lain, pemerintah Kabupaten Klaten menggabungkan pendekatan kebijakan dan praktis–melalui penguatan kapasitas petani dan inovasi pertanian jagung berbasis teknologi–untuk mencapai target ketahanan pangan secara efektif.
Ke depan, upaya bersama ini bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan pangan lokal, melainkan juga menjadi langkah penting dalam menciptakan ketahanan pangan jangka panjang yang resilien terhadap ketidakpastian iklim dan ekonomi. Program lanjutan yang telah direncanakan termasuk pengembangan agroindustri jagung yang mendukung nilai tambah produk petani lokal serta pelatihan intensif tentang agribisnis dan pemasaran hasil panen. Pendampingan berkelanjutan oleh TNI dan pemerintah daerah diharapkan memperkuat jaringan komunitas pertanian sehingga dapat bergerak lebih adaptif dan inovatif.
Secara keseluruhan, kolaborasi Bupati Klaten dan Danrem 074/Megantara dalam penanaman jagung membuktikan komitmen nyata untuk mewujudkan ketahanan pangan yang tidak hanya berbasis produksi, tetapi juga integratif dan berkelanjutan. Langkah ini menetapkan paradigma baru sinergi antara pemerintah, aparat TNI, dan petani lokal yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di tahun-tahun mendatang. Dengan dukungan teknologi dan kebijakan tepat sasaran, Kabupaten Klaten berpotensi menjadi lokomotif ketahanan pangan di Jawa Tengah sekaligus pusat pengembangan agribisnis jagung nasional.
BahasBerita BahasBerita Informasi Terbaru Seputar Internet
