BahasBerita.com – Empat kampung di Desa Idaman, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yakni Kampung Karang Tengah, Kampung Sindangrahayu, Kampung Tongkol, dan Kampung Tajur, terendam banjir sejak awal Desember akibat luapan Sungai Cilemer dan curah hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus. Sebanyak 422 keluarga terdampak dan sekitar 430 rumah mengalami isolasi akibat genangan air yang mencapai ketinggian signifikan. Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang terus memantau perkembangan situasi sambil mengimbau kewaspadaan tinggi di tengah prediksi cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlangsung.
Menurut Sekretaris BPBD-PK Pandeglang, Nana Mulyana, kondisi hujan deras yang terus terjadi menyebabkan debit air Sungai Cilemer meningkat secara drastis sehingga air meluap ke pemukiman warga. “Kami telah melakukan pemantauan intensif sejak awal banjir dan koordinasi dengan BMKG untuk mengantisipasi risiko bertambahnya curah hujan yang disertai angin kencang,” ujar Nana. Selain itu, sejumlah kecamatan terdampak lainnya seperti Labuan, Sukaresmi, Panimbang, Munjul, Angsana, Patia, dan Pagelaran juga melaporkan kondisi banjir dan pemukiman terisolir yang memerlukan perhatian pemerintah.
Situasi di lokasi menunjukkan sekitar 430 rumah yang terendam air menyebabkan sebagian besar warga memilih bertahan di rumah meskipun dalam kondisi sulit. BPBD tetap menyiagakan tim evakuasi sambil menyediakan bantuan logistik yang didukung oleh Dinas Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan berupa beras, selimut, dan alat evakuasi telah didistribusikan untuk meringankan beban masyarakat terdampak. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pandeglang sudah menetapkan status siaga darurat bencana banjir untuk mempercepat respon dan mitigasi jangka pendek.
Penetapan status ini dilakukan setelah laporan jumlah keluarga terdampak mencapai ribuan di beberapa kecamatan. Kepala BPBD Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, menjelaskan bahwa upaya mitigasi berfokus pada evakuasi mandiri yang terkoordinasi serta pemantauan sungai yang rawan meluap. “Kami juga mempersiapkan tempat pengungsian jika kondisi memburuk, mengingat potensi hujan ekstrem masih tinggi hingga awal tahun depan,” kata Riza. Keputusan ini bertujuan untuk mengurangi risiko dampak sosial lebih luas bagi warga yang masih bertahan di rumah namun dilanda keterbatasan akses dan kebutuhan dasar.
Dampak sosial banjir di Pandeglang tidak hanya berupa kerugian material, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. Banyak keluarga yang rumahnya terisolir mengalami kesulitan mendapatkan pasokan makanan dan kebutuhan medis. Kondisi ini memperkuat urgensi penyaluran bantuan sosial yang dilakukan oleh pemerintah bersama organisasi kemanusiaan. Sementara itu, warga di beberapa kampung menyampaikan harapan agar cuaca membaik segera agar aktivitas sehari-hari dapat kembali normal dan proses pemulihan lingkungan bisa dimulai.
BMKG Provinsi Banten kembali mengeluarkan peringatan cuaca buruk dengan prediksi curah hujan tinggi disertai angin kencang yang berpotensi memperburuk situasi banjir di wilayah Pandeglang. Pihak BPBD mendukung imbauan tersebut dan menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, termasuk menyiapkan jalur evakuasi dan perlengkapan darurat. Koordinasi antar instansi pemerintah dan aparat desa juga terus diperkuat untuk memastikan respons cepat dan tepat sasaran terhadap perkembangan bencana.
Wilayah/Titik | Jumlah Keluarga Terdampak | Jumlah Rumah Terisolir | Status dan Tindakan | Bantuan Diberikan |
|---|---|---|---|---|
Kampung Karang Tengah, Desa Idaman | 120 keluarga | 130 rumah | Siaga darurat, pemantauan intensif | Beras, selimut, alat evakuasi |
Kampung Sindangrahayu, Desa Idaman | 105 keluarga | 110 rumah | Evakuasi mandiri, posko bantuan aktif | Bantuan makanan dan kesehatan |
Kampung Tongkol, Desa Idaman | 95 keluarga | 100 rumah | Pemantauan intensif air sungai | Distribusi logistik dan perlengkapan darurat |
Kampung Tajur, Desa Idaman | 102 keluarga | 90 rumah | Siaga bencana dan evakuasi siap pakai | Bantuan sosial, alat transportasi air |
Tabel di atas menunjukkan secara rinci dampak banjir di empat kampung utama Desa Idaman. Data yang dikumpulkan BPBD Kabupaten Pandeglang menunjukkan bahwa seluruh wilayah tersebut mengalami kondisi lingkungan yang kritis dengan rumah-rumah yang terjebak genangan air dan sejumlah keluarga membutuhkan bantuan segera.
Ke depan, pemerintah daerah akan terus meningkatkan kerja sama dengan BMKG dan BNPB dalam rangka mitigasi yang berkelanjutan. Langkah tersebut mencakup penguatan sistem peringatan dini, pembangunan infrastruktur penahan banjir, serta edukasi masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi banjir. Proyeksi cuaca yang masih menghadirkan tantangan panjang menuntut perhatian serius, terutama menyusul sejarah banjir besar yang pernah melanda Banten beberapa tahun terakhir.
Kondisi di Kabupaten Pandeglang menjadi contoh nyata betapa pentingnya sistem mitigasi terintegrasi dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait dalam menghadapi bencana alam. Penanganan banjir yang efektif juga berkontribusi mengurangi dampak sosial ekonomi serta mempercepat pemulihan pasca bencana. Pemerintah mengimbau seluruh warga untuk selalu mengikuti informasi resmi dan menyiapkan langkah antisipatif demi keselamatan bersama.
Dengan adanya upaya yang terpadu serta dukungan bantuan sosial yang terus mengalir, diharapkan situasi dapat terkelola dengan baik hingga musim hujan ini berakhir. BPBD dan pemerintah setempat juga berkomitmen menyiapkan skenario darurat dan tindakan lanjutan jika curah hujan terus meningkat, guna menjaga keselamatan warga serta meminimalkan kerusakan akibat banjir yang meluas di Kabupaten Pandeglang dan wilayah sekitarnya.
BahasBerita BahasBerita Informasi Terbaru Seputar Internet
