Zohran Mamdani Wali Kota NY Pertama Sumpah di Atas Dua Al-Qur'an Bersejarah

Zohran Mamdani Wali Kota NY Pertama Sumpah di Atas Dua Al-Qur’an Bersejarah

BahasBerita.com – Zohran Mamdani mencatatkan sejarah sebagai wali kota pertama Kota New York yang disumpah dengan meletakkan tangan di atas dua salinan Al-Qur’an bersejarah milik keluarga besar Mamdani. Upacara pelantikan berlangsung dalam dua sesi di stasiun kereta bawah tanah dan Balai Kota New York, dipandu langsung oleh Jaksa Agung New York, Letitia James. Salah satu Al-Qur’an yang digunakan merupakan manuskrip berusia sekitar 200 tahun yang dipinjam secara khusus dari Perpustakaan Umum New York, sebuah pengakuan simbolik akan keberagaman dan inklusi di pemerintahan kota terbesar Amerika Serikat itu.

Pada proses pelantikan yang tercatat unik dalam sejarah politik New York ini, Zohran Mamdani mengambil sumpah jabatan bukan hanya sekali, melainkan dalam dua momen berbeda. Acara inti dimulai di tengah keramaian stasiun kereta bawah tanah—tempat yang merepresentasikan keragaman warga dan mobilitas New York. Sumpah jabatan kedua dilaksanakan di Gedung Balai Kota (City Hall) yang menjadi pusat pemerintahan kota, dan di sana Letitia James secara resmi memandu prosesi pengambilan sumpah. Selain menggunakan Al-Qur’an kuno milik keluarga Mamdani, satu salinan lain yang dipakai adalah koleksi perpustakaan umum yang telah terjaga selama dua abad, sehingga menambah nilai historis dan simbolik pelantikan ini. Selain Letitia James, senator Bernie Sanders turut hadir memberikan dukungan politik bagi Mamdani dalam momen yang sarat makna keberagaman dan demokrasi ini.

Zohran Mamdani dikenal sebagai sosok muda yang berkarier di bawah naungan Partai Demokrat. Ia merupakan keturunan komunitas Muslim Gujarat yang bermigrasi dari Uganda dan Tanzania. Latar belakang multi-etnis dan religiusnya membawa dimensi baru dalam representasi politik New York yang selama ini didominasi oleh figur-figur dengan latar belakang berbeda. Kemenangan dan pengangkatan Mamdani sebagai wali kota menandai babak baru dalam keberagaman dan inklusi di kancah politik Amerika Serikat, khususnya di kota metropolitan yang sangat pluralistik. Keberadaan Mamdani bukan cuma soal politik, tapi juga merupakan simbol keterbukaan dan penghormatan atas keberagamaan dalam ruang publik yang semakin akomodatif.

Baca Juga:  Relawan Flotilla Malaysia Bebas dan Kembali ke Kuala Lumpur

Dalam pernyataannya usai pelantikan, Zohran Mamdani menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat dan kolega politiknya. Ia juga mengirimkan salam tahun baru kepada warga New York, mengingatkan bahwa pelantikan ini bukan hanya miliknya, melainkan kemenangan bersama yang menegaskan hak kebebasan beragama dan inklusi. “Mengambil sumpah dengan Al-Qur’an adalah perwujudan keyakinan dan nilai-nilai yang saya bawa untuk memimpin kota ini dengan keadilan dan keberagaman,” ujar Mamdani. Jaksa Agung New York, Letitia James, turut memberikan komentarnya bahwa momen ini adalah tonggak bersejarah yang menguatkan fondasi demokrasi dan pluralisme di Amerika, sebuah perayaan nyata atas komunitas Muslim yang telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari wajah New York.

Sejarah sumpah jabatan pejabat publik di Amerika Serikat memang banyak menggunakan Alkitab sebagai kitab suci, namun penggunaan Al-Qur’an dalam pelantikan Mamdani menunjukkan evolusi simbol keagamaan di ranah politik modern. Tradisi ini membuka ruang bahwa bukan hanya Kristen yang diakui secara formal dalam perwakilan politik, melainkan juga agama lain yang memiliki pengikut signifikan, termasuk Islam. Tren meningkatnya keberagaman di pemerintahan kota-kota besar AS terlihat semakin nyata dengan pelantikan Mamdani, menggambarkan dinamika modernisasi dalam nuansa keberagaman sosial budaya politik yang lebih inklusif. Ini juga menggeser paradigma tentang simbol agama dalam protokol resmi yang semakin adaptif terhadap konteks multikultural.

Aspek
Detail
Makna
Lokasi Pelantikan
Stasiun kereta bawah tanah & Balai Kota New York
Simbol keterhubungan dan pusat kekuasaan kota
Kitab Suci yang Digunakan
Dua salinan Al-Qur’an (1 milik keluarga, 1 dari Perpustakaan Umum New York berusia ~200 tahun)
Mengukuhkan nilai historis dan keberagaman agama dalam politik
Pengambil Sumpah
Letitia James (Jaksa Agung NY) dan dukungan Bernie Sanders (Senator)
Legitimasi resmi dan dukungan politik dari jajaran teratas
Latar Belakang Mamdani
Politisi muda Demokrat, keturunan Muslim Gujarat Uganda-Tanzania
Simbol representasi minoritas dan keberagaman
Baca Juga:  Wapres AS JD Vance Klarifikasi Isu Pembebasan Sandera Israel

Pelantikan Mamdani berpotensi membawa arah kebijakan yang lebih inklusif, terutama dalam hal penghargaan terhadap keberagaman budaya dan agama di New York. Pemerintahan yang dipimpinnya diharapkan dapat mendorong kebijakan yang memberdayakan kelompok minoritas dan komunitas imigran, sekaligus memperkuat solidaritas antar-warga kota yang sangat beragam. Tantangan Mamdani adalah menyatukan beragam kepentingan warga dan menjaga keseimbangan sosial-politik agar semua pihak merasa diwakili secara adil. Komunitas Muslim Amerika dan pendukung keberagaman menyambut pelantikan ini dengan antusias, melihatnya sebagai momentum pengakuan yang selama ini terlambat hadir dalam pemerintahan AS.

Dengan langkah inovatif Zoharn Mamdani, simbol agama yang sering dianggap eksklusif kini menjadi elemen persatuan dalam ruang publik. Keberadaan Al-Qur’an kuno pada pelantikan wali kota New York bukan sekadar ritual, melainkan representasi konkret kemajuan inklusivitas dalam politik modern yang memperkuat demokrasi melalui keberagaman dan penghormatan terhadap semua keyakinan. Ini menjadi inspirasi tidak hanya bagi komunitas Muslim, tapi juga bagi warga New York dan Amerika Serikat secara luas untuk terus memperjuangkan pluralisme sosial dalam berdemokrasi.

Zohran Mamdani menjadi wali kota pertama New York yang disumpah menggunakan Al-Qur’an, memakai dua salinan Al-Qur’an bersejarah milik kakek dan neneknya dalam pelantikan yang dipimpin Jaksa Agung Letitia James. Momen ini menandai tonggak sejarah keberagaman dan inklusi dalam politik kota terbesar AS.

Tentang Raden Arya Pratama

Raden Arya Pratama adalah Financial Writer dengan fokus utama pada dinamika politik dan dampaknya terhadap kebijakan ekonomi Indonesia. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Politik dari Universitas Indonesia pada 2010 dan melanjutkan studi Magister Ekonomi Politik di Universitas Gadjah Mada hingga 2013. Dengan pengalaman lebih dari 11 tahun menulis dan menganalisis hubungan antara politik dan keuangan, Raden telah bekerja di sejumlah media nasional terkemuka serta lembaga riset ekonomi. Karyanya sering

Periksa Juga

Indonesia Bergabung Board of Peace Trump, Dukung Rekonstruksi Gaza

Indonesia resmi masuk Board of Peace mantan Presiden Trump, fokus kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza. Dukungan nyata untuk perdamaian dan stabilitas ka