Waspada Banjir Rob Jakarta 3 Februari: Peringatan BPBD & BMKG

Waspada Banjir Rob Jakarta 3 Februari: Peringatan BPBD & BMKG

BahasBerita.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang mengancam wilayah pesisir utara Jakarta hingga awal Februari. Fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Baru dan Purnama, serta posisi Perigee bulan, menjadi faktor utama meningkatnya risiko genangan air di sejumlah kelurahan pesisir. Warga di kawasan Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan Kepulauan Seribu diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat puncak pasang yang diprediksi terjadi antara pukul 05.00 hingga 11.00 WIB.

Fenomena pasang maksimum air laut merupakan kondisi di mana permukaan air laut mencapai level tertinggi dalam siklus bulanan. Menurut Isnawa Adji, Kepala BPBD DKI Jakarta, kondisi ini semakin diperparah dengan fase Bulan Baru dan Purnama yang terjadi bersamaan dengan posisi Perigee bulan, yakni saat bulan berada pada jarak terdekat ke bumi. “Kombinasi fase bulan dan posisi Perigee menyebabkan gaya gravitasi yang kuat sehingga air laut naik secara signifikan, memicu banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta,” jelas Isnawa. Puncak pasang maksimum ini biasanya terjadi pagi hari, sehingga masyarakat pesisir diharapkan waspada terutama pada rentang waktu tersebut.

Wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob mencakup sejumlah kelurahan strategis di pesisir utara Jakarta. Daerah seperti Kamal Muara, Kapuk Muara, dan Penjaringan sering mengalami genangan air saat pasang maksimum. Selain itu, Pluit, Ancol, dan Marunda juga masuk dalam daftar wilayah rawan banjir rob, demikian pula dengan Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, serta kawasan pelabuhan Tanjung Priok. Bahkan Kepulauan Seribu tidak luput dari potensi dampak pasang laut ekstrem ini. Kondisi ini mengancam aktivitas warga dan operasional fasilitas umum di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Kronologi Ledakan Siswi di SMA 72: Fakta dan Penyelidikan Terkini

Mohamad Yohan, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, menegaskan bahwa sistem drainase menjadi kunci penting dalam mengantisipasi genangan air di wilayah pesisir. “Kami terus melakukan pemeliharaan dan pembersihan saluran air agar mampu mengalirkan limpasan air dengan baik saat pasang laut tinggi,” ungkap Yohan. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di sepanjang pesisir pada saat puncak pasang dan mempersiapkan langkah mitigasi sederhana seperti menaikkan barang berharga dan mengamankan kendaraan dari potensi terendam air.

Dalam menghadapi risiko banjir rob yang meningkat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menggenjot pembangunan tanggul laut di kawasan Ancol Barat. Proyek tanggul laut sepanjang 2,1 kilometer ini hampir rampung dan diharapkan dapat menahan masuknya air laut ke daratan saat pasang maksimum. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, “Tanggul laut Ancol Barat menjadi salah satu solusi utama dalam pengendalian banjir rob jangka panjang, selain perbaikan sistem drainase dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir.” Pembangunan infrastruktur ini merupakan hasil kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melibatkan BPBD, Dinas SDA, dan instansi terkait lainnya.

BPBD DKI Jakarta juga memperkuat sistem peringatan dini melalui monitoring kondisi cuaca dan pasang laut secara real time. BMKG memberikan data prediksi cuaca dan pasang laut yang menjadi acuan untuk menentukan status kewaspadaan. Fenomena cuaca ekstrem yang kerap menyertai musim hujan memperburuk potensi banjir rob, terutama jika terjadi bersamaan dengan pasang maksimum. BMKG mengingatkan adanya kemungkinan genangan baru di beberapa titik yang sebelumnya tidak terdampak, sehingga koordinasi antar instansi dan masyarakat sangat penting.

Dampak banjir rob di kawasan pesisir utara Jakarta tidak hanya mengganggu mobilitas warga tetapi juga berpotensi merusak infrastruktur jalan dan fasilitas umum, serta memengaruhi kualitas lingkungan pesisir. Beberapa laporan dari warga di Kamal Muara dan Penjaringan menyebutkan genangan air mencapai ketinggian 20 hingga 40 sentimeter, menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu. Selain itu, risiko kesehatan dan kerusakan properti meningkat jika banjir rob berlangsung dalam periode yang lama.

Baca Juga:  31 Perusahaan Terduga Penyebab Bencana di Sumatra 2024

Berikut ini tabel ringkasan wilayah rawan banjir rob dan status kesiapsiagaan:

Wilayah
Status Risiko
Kesiapsiagaan
Upaya Mitigasi
Kamal Muara
Risiko Tinggi
Waspada
Pembersihan drainase, edukasi warga
Penjaringan
Risiko Sedang
Siaga
Pembangunan tanggul laut, penguatan tanggul
Pluit
Risiko Tinggi
Waspada
Perbaikan sistem drainase, himbauan BPBD
Ancol Barat
Risiko Sedang
Siaga
Progres tanggul laut 2,1 km
Kepulauan Seribu
Risiko Rendah
Waspada
Monitoring pasang laut, sosialisasi

Peringatan dini dan langkah mitigasi yang dilakukan BPBD DKI Jakarta dan pemerintah daerah menunjukkan pengalaman dan keahlian dalam menghadapi bencana banjir rob yang rutin terjadi di wilayah pesisir. Namun, keberhasilan penanganan juga sangat bergantung pada peran aktif masyarakat dalam mematuhi imbauan dan menjaga lingkungan sekitar agar sistem drainase tetap optimal. Selain pembangunan fisik seperti tanggul laut, edukasi dan kesiapsiagaan komunitas pesisir menjadi kunci utama mitigasi risiko banjir rob.

Ke depan, pemerintah DKI Jakarta menargetkan penyelesaian seluruh tahapan mitigasi banjir rob dalam beberapa tahun mendatang, termasuk perbaikan sistem drainase secara menyeluruh dan pembangunan tanggul laut di titik-titik strategis lainnya. Peningkatan kualitas data dan sistem peringatan dini juga terus dikembangkan untuk memberikan informasi tepat waktu kepada masyarakat. Masyarakat pesisir diimbau untuk terus memantau informasi dari BPBD dan BMKG, serta mengikuti protokol keselamatan saat terjadi pasang laut maksimum.

Secara keseluruhan, kewaspadaan berkelanjutan hingga awal Februari menjadi kunci mengurangi dampak banjir rob di pesisir utara Jakarta. Koordinasi antar pemerintah, instansi teknis, dan masyarakat perlu diperkuat agar mitigasi bencana dapat berjalan efektif, melindungi kehidupan dan aset warga dari ancaman air pasang laut yang ekstrem. Dengan pendekatan terpadu dan partisipasi aktif seluruh pihak, risiko banjir rob dapat diminimalkan dan ketahanan kawasan pesisir Jakarta semakin meningkat.

Tentang Arief Nugroho Santoso

Arief Nugroho Santoso adalah Business Analyst berpengalaman dengan fokus pada digital marketing dan analisis data pemasaran di Indonesia. Ia meraih gelar Sarjana Sistem Informasi dari Universitas Indonesia pada tahun 2012 dan melanjutkan studi sertifikasi Business Analytics di Institut Teknologi Bandung. Dengan lebih dari 8 tahun pengalaman profesional, Arief telah bekerja di berbagai perusahaan teknologi dan startup digital terkemuka, membantu mengoptimalkan strategi pemasaran digital dan menin

Periksa Juga

Bayi 9 Bulan Probolinggo Terlantar di RS Malaysia, Ini Kronologinya

Bayi perempuan 9 bulan asal Probolinggo dirawat intensif di RS Johor Malaysia. Pemerintah dan KJRI bantu pulangkan, pastikan perlindungan dan pendampi