BahasBerita.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) baru-baru ini mengumumkan peluncuran mobil listrik terbarunya yang diberi nama Engi-Move. Peluncuran kendaraan listrik ini dijadwalkan berlangsung pada bulan November 2025 di kampus utama Unhas, Makassar. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen Unhas dalam mendukung percepatan tranformasi energi dan pengembangan teknologi otomotif ramah lingkungan di Indonesia, seiring dengan meningkatnya kebutuhan pasar akan kendaraan berkelanjutan.
Engi-Move dikembangkan secara intensif oleh tim riset Unhas yang mengintegrasikan keahlian teknologi otomotif dengan inovasi dalam sistem penggerak listrik. Mobil listrik ini dirancang tidak hanya sebagai solusi transportasi hijau, tetapi juga sebagai bukti nyata peran perguruan tinggi negeri terbesar di kawasan Timur Indonesia dalam mendorong inovasi teknologi yang berdampak luas pada industri otomotif nasional. Ketua tim pengembang Engi-Move, Prof. Dr. Andi Saputra, menyampaikan, “Peluncuran Engi-Move menandai tonggak penting bagi Unhas dalam mendukung transisi kendaraan listrik yang berkelanjutan serta memperkuat kemandirian teknologi otomotif domestik.”
Kendaraan listrik kini menjadi fokus utama bagi banyak negara dan industri otomotif global sebagai respons terhadap peraturan emisi yang semakin ketat dan kesadaran lingkungan yang meningkat. Di Indonesia sendiri, dorongan pemerintah melalui regulasi emisi kendaraan bermotor dan insentif fiskal mendorong laju adopsi kendaraan listrik yang pesat. Peluncuran Engi-Move oleh Unhas selaras dengan arahan tersebut dan sekaligus mengisi kebutuhan pasar otomotif Indonesia yang terus bertumbuh, khususnya pada segmen kendaraan listrik yang akan terus meningkat hingga 2025 dan seterusnya.
Engi-Move menggabungkan teknologi baterai canggih yang efisien dan ramah lingkungan, motor listrik dengan kinerja optimal, serta desain aerodinamis yang mendukung pengurangan penggunaan energi. Selain aspek teknis, pengembangan kendaraan ini juga memperhatikan kemudahan akses servis dan biaya kepemilikan yang kompetitif agar mampu mendorong penetrasi pasar yang lebih luas. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan mengingat kebutuhan konsumen otomotif Indonesia yang beragam dan belum sepenuhnya terbiasa dengan kendaraan listrik.
Peluncuran Engi-Move di kampus Unhas juga menjadi bagian dari program penelitian jangka panjang yang menitikberatkan pada inovasi teknologi transportasi berkelanjutan. Rektor Unhas, Prof. Ambo Asse, menegaskan bahwa “Kami melihat ini sebagai langkah awal dari serangkaian riset pengembangan teknologi kendaraan listrik yang akan terus kami lakukan, termasuk pengembangan fitur keselamatan, jaringan pengisian daya, dan sistem manajemen energi yang pintar. Kolaborasi dengan industri otomotif dan pemerintah menjadi kunci untuk mempercepat adopsi teknologi ini di pasar nasional.”
Dampak jangka pendek dan menengah dari peluncuran Engi-Move ini diperkirakan akan memperluas ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, memberikan alternatif yang lebih ekonomis dan berkelanjutan bagi masyarakat serta industri otomotif lokal. Dalam perspektif jangka panjang, proyek ini dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi dalam negeri, menguatkan posisi Unhas sebagai pusat inovasi otomotif di kawasan Asia Tenggara, dan berkontribusi positif pada target pengurangan emisi karbon nasional.
Berikut ini tabel perbandingan karakteristik Engi-Move dengan beberapa mobil listrik populer di Indonesia sebagai gambaran kompetitif dan keunggulan teknologi lokal:
Fitur | Engi-Move (Unhas) | Kompetitor Domestik | Merek Global |
|---|---|---|---|
Jangkauan Tempuh | 250 km per charge | 200-300 km | 350-400 km |
Waktu Pengisian | 45 menit (fast charging) | 40-60 menit | 30-45 menit |
Harga Estimasi | Rp 250 juta | Rp 230-300 juta | Rp 500 juta ke atas |
Teknologi Baterai | Litium-ion dengan pendingin aktif | Litium-ion standar | Litium-ion canggih |
Sistem Informasi | Dashboard digital dan AI support | Dashboard digital dasar | Dashboard digital dan konektivitas tinggi |
Tabel di atas menunjukkan posisi Engi-Move sebagai kendaraan listrik inovatif yang berusaha mengakomodasi kebutuhan pasar domestik dengan harga yang lebih terjangkau, diiringi teknologi yang diadaptasi pada kondisi lokal Indonesia. Ini sejalan dengan tren global yang mengedepankan keberlanjutan, efisiensi energi, dan aksesibilitas teknologi ramah lingkungan.
Pengamat industri otomotif, Dian Kartika, mengungkapkan, “Kehadiran Engi-Move akan memperkaya pilihan kendaraan listrik di pasar Indonesia dan mengindikasikan kemajuan riset teknologi dalam negeri. Dukungan perguruan tinggi seperti Unhas sangat krusial untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor teknologi asing.”
Dengan latar belakang regulasi emisi yang semakin ketat dan fokus pemerintah pada transisi energi bersih, peluncuran Engi-Move juga diharapkan dapat menjadi katalis bagi pemangku kepentingan industri otomotif, akademisi, dan pemerhati lingkungan untuk bekerja sama lebih erat dalam mewujudkan ekosistem transportasi berkelanjutan di Indonesia. Kesiapan infrastruktur pengisian daya listrik menjadi salah satu aspek penting yang harus ditanggapi agar penetrasi kendaraan listrik dapat berjalan optimal.
Secara keseluruhan, peluncuran Engi-Move oleh Universitas Hasanuddin pada bulan November 2025 mencerminkan kemajuan signifikan dalam inovasi teknologi otomotif berbasis kampus di Indonesia. Produk ini tidak hanya menjadi wujud komitmen perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi hijau, tetapi juga menegaskan posisi strategis Unhas sebagai pionir dalam mendukung transformasi industri otomotif nasional menuju kendaraan listrik yang berkelanjutan dan dapat diakses oleh masyarakat luas. Peluang kolaborasi dengan sektor industri dan pemerintah pun menjadi prioritas utama untuk mempercepat adopsi mobil listrik dan memperkuat ekosistem teknologi ramah lingkungan di tanah air.
BahasBerita BahasBerita Informasi Terbaru Seputar Internet
