BahasBerita.com – Warga lokal Mandalika menunjukkan semangat luar biasa dalam memperindah dan merawat lingkungan Sirkuit Mandalika menjelang serangkaian event balap internasional yang akan digelar tahun ini. Melalui kegiatan penghijauan, perbaikan fasilitas, serta gotong royong menjaga kebersihan, komunitas setempat berperan aktif mendukung pemerintah daerah NTB dan panitia penyelenggara dalam menghadirkan kawasan balap yang tidak hanya representatif secara teknis, tetapi juga ramah lingkungan dan estetis. Inisiatif ini memperkuat peran masyarakat sebagai bagian integral dari pengembangan pariwisata berkelanjutan di Mandalika.
Perjuangan warga Mandalika dalam mempercantik sirkuit terlihat dari berbagai kegiatan yang dilakukan secara rutin. Para anggota komunitas lokal bersama-sama melakukan penanaman pohon dan tanaman hias di sepanjang area sirkuit, termasuk ruang terbuka hijau yang menjadi ikon keindahan kawasan balap tersebut. Selain itu, mereka membersihkan sampah dan memperbaiki fasilitas publik seperti tempat duduk, pagar pembatas, dan area parkir yang mulai menunjukkan tanda-tanda keausan. Kegiatan ini berlangsung secara gotong royong dan kolaboratif dengan dukungan pemerintah daerah NTB serta panitia Mandalika Grand Prix, yang menyediakan sarana dan bimbingan teknis agar upaya penghijauan dan perbaikan berjalan optimal.
Keterlibatan komunitas lokal bukan hanya sekadar aktivitas fisik, melainkan juga menjadi wadah edukasi dan pemberdayaan. Menurut Ketua Komunitas Peduli Mandalika, Bapak Agus Santoso, “Kami merasa bangga dapat berkontribusi langsung pada kebersihan dan keindahan sirkuit. Ini bukan hanya soal estetika, tapi juga menjaga reputasi Mandalika sebagai destinasi balap dunia yang ramah lingkungan.” Kesaksian ini didukung oleh data pemerintah daerah NTB yang menyebutkan bahwa jumlah relawan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan penghijauan meningkat lebih dari 30% dibandingkan tahun lalu, menandakan semakin kuatnya kesadaran kolektif warga.
Latar belakang pengembangan Sirkuit Mandalika sendiri bermula dari upaya pemerintah pusat dan daerah untuk menjadikan kawasan Mandalika sebagai pusat olahraga motor kelas dunia setelah resmi menggelar ajang MotoGP. Sejak itu, beragam event internasional dan nasional rutin diselenggarakan, menjadikan Mandalika sebagai magnet bagi wisatawan dan pelaku industri pariwisata. Dalam konteks ini, peran warga lokal sangat krusial karena mereka tidak hanya menjadi tenaga kerja dan penyedia jasa, tetapi juga penjaga lingkungan yang memastikan kawasan tetap lestari dan nyaman dikunjungi.
Dampak sosial ekonomi dari keterlibatan warga dalam memperindah Sirkuit Mandalika cukup signifikan. Aktivitas penghijauan dan perbaikan fasilitas mendorong terciptanya lapangan kerja baru, terutama bagi masyarakat sekitar yang sebelumnya bergantung pada sektor pertanian dan perikanan. Selain itu, peningkatan kualitas lingkungan dan estetika sirkuit turut menambah nilai jual destinasi pariwisata Mandalika, menarik lebih banyak pengunjung yang berkontribusi pada omzet usaha lokal seperti homestay, restoran, dan toko oleh-oleh. Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ibu Rina Dewi, menyatakan, “Sinergi antara warga dan pemerintah dalam menjaga kawasan sirkuit memberikan efek positif yang berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat citra NTB di mata dunia.”
Berikut ini adalah ringkasan perbandingan dampak keterlibatan warga lokal dalam pengembangan Sirkuit Mandalika berdasarkan data terbaru dari pemerintah daerah dan panitia penyelenggara:
Aspek | Sebelum Kegiatan Penghijauan | Setelah Kegiatan Penghijauan | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
Jumlah Relawan Terlibat | 150 orang | 195 orang | +30% |
Kualitas Kebersihan Area Sirkuit | Standar lokal | Standar internasional | Signifikan |
Jumlah Pengunjung Event | 25.000 orang/event | 30.000 orang/event | +20% |
Pendapatan Usaha Lokal | Rp 1,2 miliar/event | Rp 1,5 miliar/event | +25% |
Tabel tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan warga lokal dalam kegiatan penghijauan dan perbaikan sirkuit berkontribusi nyata pada peningkatan kualitas lingkungan dan ekonomi Mandalika. Selain itu, upaya tersebut juga meningkatkan citra positif Mandalika sebagai destinasi pariwisata dan olahraga motor kelas dunia.
Pernyataan resmi dari Kepala Panitia Mandalika Grand Prix, Bapak Hari Santoso, menegaskan komitmen bersama: “Partisipasi aktif masyarakat lokal merupakan kunci keberhasilan penyelenggaraan event internasional di Mandalika. Kami terus mendukung program-program yang melibatkan komunitas agar sirkuit tidak hanya berfungsi sebagai arena balap, tetapi juga sebagai ruang publik yang nyaman dan hijau.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pelibatan warga dalam pengelolaan lingkungan dan event besar.
Melihat keberhasilan tahap awal ini, pemerintah daerah NTB bersama panitia telah merencanakan langkah lanjutan berupa program pelatihan pengelolaan lingkungan dan pengembangan ekowisata di sekitar sirkuit. Program ini akan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menjaga kawasan tetap bersih dan menarik, sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis pariwisata berkelanjutan. Diharapkan, kolaborasi ini dapat terus diperkuat agar Mandalika menjadi contoh kawasan event internasional yang memadukan prestasi olahraga dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Kesimpulannya, perjuangan warga lokal Mandalika dalam memperindah dan menjaga Sirkuit Mandalika menjelang event-event penting tahun ini bukan hanya meningkatkan kualitas kawasan balap, tetapi juga memberikan dampak sosial ekonomi yang positif dan memperkuat posisi Mandalika di kancah pariwisata internasional. Upaya gotong royong ini menjadi inspirasi nyata bagaimana komunitas lokal dapat berperan strategis dalam menyukseskan event berskala global sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya setempat. Ke depan, kolaborasi erat antara masyarakat, pemerintah, dan penyelenggara event diharapkan terus berlanjut untuk mewujudkan Mandalika sebagai destinasi berkelas dunia yang berkelanjutan.
BahasBerita BahasBerita Informasi Terbaru Seputar Internet
