BahasBerita.com – Pramono tengah menggenjot percepatan proyek pembenahan Jalan Rasuna yang diperkirakan akan rampung pada Oktober 2025. Inisiatif strategis ini bertujuan mengangkat kualitas Jalan Rasuna agar sejajar dengan kawasan bisnis utama Sudirman-Thamrin, sekaligus memperkuat posisi kawasan Rasuna sebagai pusat bisnis dan investasi properti yang berkembang pesat di Jakarta. Proyek ini melibatkan perbaikan infrastruktur jalan, pelebaran, serta peningkatan fasilitas pendukung yang akan mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Pembenahan Jalan Rasuna merupakan bagian dari proyek infrastruktur 2025 yang dikerjakan oleh Pramono bersama Pemerintah DKI Jakarta dan berbagai pengembang properti serta perusahaan hospitality yang berinvestasi di kawasan tersebut. Skala proyek meliputi perbaikan aspal dan struktur jalan, pelebaran jalur kendaraan untuk mengurangi kemacetan, serta penambahan fasilitas seperti pedestrian walkway dan area parkir yang lebih memadai. Langkah ini juga mengintegrasikan akses transportasi publik yang semakin mudah dijangkau, sejalan dengan tren pengembangan kawasan bisnis yang mengutamakan konektivitas.
Jalan Rasuna, yang selama ini dikenal sebagai salah satu koridor bisnis di Jakarta Selatan, memang membutuhkan pembenahan untuk menandingi kemajuan kawasan Sudirman-Thamrin yang selama ini menjadi pusat bisnis utama. Sejarah kawasan Rasuna yang berkembang sejak tahun 1990-an sebagai pusat perkantoran dan komersial kini memasuki fase transformasi yang lebih modern. Dibandingkan dengan Sudirman-Thamrin, Rasuna masih menghadapi tantangan berupa infrastruktur jalan yang kurang memadai dan kemacetan yang kerap terjadi. Oleh karena itu, penataan ulang jalan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing kawasan, menarik lebih banyak investasi properti dan hospitality, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dampak langsung dari pembenahan ini diperkirakan akan meningkatkan nilai properti di kawasan Rasuna, sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku bisnis dan pengembang real estate. Dengan infrastruktur yang lebih baik, penghuni dan pekerja di kawasan tersebut akan merasakan kemudahan akses dan mobilitas yang lebih lancar. Selain itu, pengembangan fasilitas pendukung juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta daya tarik kawasan bagi investor dan wisatawan bisnis. Namun, proyek ini juga menghadapi tantangan klasik seperti gangguan lalu lintas selama proses pembangunan dan kebutuhan koordinasi antar instansi yang efektif.
Dalam pernyataan resmi, Pramono menegaskan bahwa proyek ini merupakan langkah penting untuk mendukung visi Pemerintah DKI Jakarta dalam mengembangkan kawasan bisnis baru yang berkelanjutan dan terintegrasi. “Kami berkomitmen menyelesaikan pembenahan Jalan Rasuna tepat waktu demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di Jakarta. Kolaborasi antara pemerintah, pengembang properti, dan sektor hospitality sangat krusial dalam mewujudkan proyek ini,” ujar Pramono dalam konferensi pers terbaru. Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta menyatakan bahwa perbaikan jalan ini akan diikuti peningkatan sistem drainase dan penerangan jalan guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Aspek Proyek | Detail | Dampak |
|---|---|---|
Perbaikan Infrastruktur | Pengaspalan ulang, perbaikan drainase, peningkatan penerangan | Meningkatkan kelancaran dan keamanan lalu lintas |
Pelebaran Jalan | Penambahan jalur kendaraan dari 2 menjadi 4 lajur | Mengurangi kemacetan, meningkatkan kapasitas jalan |
Fasilitas Pendukung | Trotoar, area parkir, akses transportasi publik | Meningkatkan kenyamanan pejalan kaki dan pengguna transportasi umum |
Kolaborasi Stakeholder | Pemerintah DKI, pengembang properti, perusahaan hospitality | Mempercepat pelaksanaan dan dukungan investasi |
Proyek pembenahan Jalan Rasuna ini menjadi momentum penting dalam persaingan kawasan pusat bisnis Jakarta yang selama ini didominasi oleh Sudirman-Thamrin. Pengembangan kawasan Rasuna yang terintegrasi dengan proyek real estate dan hospitality tahun ini diharapkan mampu menyeimbangkan distribusi aktivitas bisnis di Jakarta. Hal ini juga didukung oleh tren investasi properti yang semakin mengarah pada kawasan baru dengan potensi pertumbuhan tinggi, seperti Rasuna. Dengan infrastruktur yang lebih modern, kawasan ini akan menjadi magnet bagi perusahaan multinasional dan bisnis lokal yang mencari lokasi strategis dengan akses transportasi yang efisien.
Melihat dampak jangka panjang, pembenahan ini tidak hanya meningkatkan nilai properti dan investasi di kawasan, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi Jakarta secara keseluruhan. Jalan yang lebih baik dan fasilitas pendukung yang komprehensif akan memperkuat daya tarik kawasan sebagai pusat bisnis alternatif yang kompetitif. Di sisi lain, pemangku kepentingan diharapkan terus melakukan monitoring dan evaluasi agar proyek terlaksana sesuai target dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.
Ke depan, perkembangan proyek ini akan menjadi indikator penting dalam strategi pengembangan kawasan bisnis Jakarta yang lebih merata dan berkelanjutan. Langkah-langkah lanjutan, termasuk pengembangan transportasi publik dan integrasi dengan proyek real estate lain, akan menentukan keberhasilan jangka panjang pembenahan Jalan Rasuna. Harapan pun diarahkan pada kolaborasi yang terus terjalin antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat guna menciptakan kawasan bisnis yang modern dan ramah lingkungan.
Dengan demikian, pembenahan Jalan Rasuna oleh Pramono bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan upaya strategis yang dapat mengubah wajah kawasan bisnis Jakarta dan memperkuat posisi Rasuna dalam persaingan pusat bisnis nasional. Masyarakat dan pelaku bisnis diimbau untuk mengikuti perkembangan proyek ini sebagai bagian dari transformasi besar di ibu kota.
BahasBerita BahasBerita Informasi Terbaru Seputar Internet
