Keuntungan Rp6,3 T SEA Games 2025 Dorong Ekonomi Thailand

Keuntungan Rp6,3 T SEA Games 2025 Dorong Ekonomi Thailand

BahasBerita.com – Thailand berhasil meraih keuntungan ekonomi sebesar Rp6,3 triliun dari penyelenggaraan SEA Games 2025 yang baru saja digelar. Keuntungan ini diperoleh dari berbagai sektor, terutama lonjakan jumlah wisatawan yang hadir, perkembangan infrastruktur olahraga pendukung acara, serta peningkatan signifikan pada bisnis lokal di sekeliling area penyelenggaraan pertandingan. Pemerintah Thailand bersama pelaku industri pariwisata dan bisnis lokal melaporkan bahwa momentum SEA Games memberikan dampak positif yang terasa nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Lonjakan kunjungan wisatawan mencatatkan dampak besar pada sektor pariwisata Thailand. Beberapa kota yang menjadi tuan rumah pertandingan mencatat okupansi hotel hingga 85 persen selama ajang berlangsung, naik drastis dari biasanya. Wisatawan tidak hanya datang untuk menyaksikan pertandingan, namun juga memanfaatkan kesempatan untuk berkeliling dan memperpanjang masa tinggal selama event berlangsung. Pengeluaran di sektor perhotelan, kuliner, serta transportasi mengalami kenaikan yang memperkuat kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Thailand.

Selain pariwisata, pembangunan infrastruktur olahraga menjadi salah satu warisan jangka panjang dari SEA Games 2025. Pemerintah Thailand mengalokasikan investasi besar untuk memperbarui dan membangun fasilitas olahraga bertaraf internasional yang tidak hanya memenuhi kebutuhan event, tetapi juga menjadi asset penting untuk menarik event olahraga lain di masa depan. Infrastruktur penunjang seperti transportasi dan konektivitas antar venue juga mengalami peningkatan signifikan. Hal ini dipandang sebagai strategi pemerintah untuk mengokohkan posisi Thailand sebagai destinasi olahraga dan wisata kelas dunia di kawasan ASEAN.

Dampak positif lainnya terlihat dari pertumbuhan bisnis lokal, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang makanan, suvenir, dan jasa transportasi. Pelaku UMKM melaporkan peningkatan pendapatan hingga 40 persen selama event berlangsung. Lonjakan pengunjung yang membawa arus permintaan untuk produk lokal memberikan keuntungan ekonomi langsung kepada masyarakat di sekitar tempat penyelenggaraan. Pemerintah dan asosiasi bisnis lokal terus mendorong pemberdayaan UMKM agar bisa memanfaatkan peluang dari event skala besar seperti SEA Games, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  PSSI Coret Mees Hilgers dari Timnas, Ini Alasan Resminya

Menurut Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, “SEA Games 2025 bukan hanya sebuah ajang olahraga regional, tapi juga sebagai katalisator pengembangan ekonomi dan pariwisata berkelanjutan. Investasi yang kami lakukan dalam infrastruktur dan dukungan kepada UMKM akan terus meningkatkan daya saing Thailand di kancah internasional.” Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas komitmen pemerintah untuk menjadikan SEA Games lebih dari sekadar kompetisi olahraga, melainkan sebagai momentum pengembangan ekonomi nasional.

Berikut adalah tabel rangkuman dampak utama ekonomi dari SEA Games 2025 di Thailand yang dirilis oleh Kementerian Ekonomi Thailand:

Sektor
Pendapatan Tambahan
Persentase Kenaikan
Catatan
Pariwisata
Rp2,1 triliun
25%
Kenaikan okupansi hotel dan pengeluaran wisatawan
Infrastruktur Olahraga
Rp1,5 triliun
Investasi strategis
Pembangunan venue dan fasilitas penunjang transportasi
Bisnis Lokal/UMKM
Rp1,2 triliun
40%
Peningkatan pendapatan bidang kuliner, suvenir, dan jasa
Lainnya
Rp1,5 triliun
Beragam
Termasuk pemasaran dan layanan pendukung

Dari data tersebut terlihat bahwa sektor pariwisata menjadi kontributor utama keuntungan ekonomi, disusul oleh investasi infrastruktur dan pertumbuhan bisnis lokal. Investasi pemerintah yang terfokus pada pengembangan fasilitas olahraga juga diharapkan mampu menciptakan multiplier effect yang berkelanjutan terhadap ekonomi regional.

Keberhasilan Thailand dalam menyelenggarakan SEA Games 2025 sekaligus menjadi contoh best practice bagi negara-negara ASEAN lainnya dalam memaksimalkan potensi ekonomi dari event olahraga regional. Selain memberikan dampak ekonomi langsung, SEA Games mendorong Thailand memperkuat posisi sebagai pusat olahraga dan pariwisata di Asia Tenggara. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sektor-sektor yang bergerak selama event seperti pariwisata dan UMKM bisa mengalami percepatan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pemangku kepentingan diharapkan terus memanfaatkan momentum ini dengan mendorong peningkatan kualitas layanan wisata, diversifikasi produk UMKM, dan melanjutkan investasi strategis di bidang infrastruktur. Fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan promosi internasional juga menjadi kunci agar keuntungan yang diperoleh saat SEA Games tidak hanya bersifat sesaat, melainkan menjadi fondasi kestabilan ekonomi jangka panjang.

Baca Juga:  Status Terbaru Pelatih Futsal Australia & Hubungan Timnas 2025

Dengan demikian, SEA Games 2025 tidak hanya menjadi ajang olahraga prestisius, tetapi juga katalisator pertumbuhan ekonomi yang signifikan untuk Thailand. Dampak positif baik dari sisi pariwisata, bisnis lokal, hingga infrastruktur memberikan sinyal optimisme bagi perkembangan ekonomi nasional di tengah persaingan global. Pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat lokal dilegitimasi untuk terus bersinergi mengawal keberhasilan ini demi mencapai target pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Tentang Naufal Rizki Adi Putra

Naufal Rizki Adi Putra merupakan feature writer berpengalaman dengan spesialisasi dalam bidang olahraga. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia pada tahun 2012, Naufal mengawali kariernya sebagai reporter olahraga pada 2013 dan kemudian berfokus pada penulisan feature yang mendalam sejak 2017. Selama lebih dari 10 tahun aktif di industri media, ia telah menulis puluhan artikel feature yang mengupas berbagai aspek olahraga, termasuk sepak bola, bulu tangkis, dan olahraga tradisional Indone

Periksa Juga

Krisis Sriwijaya FC 2026: Kebobolan 28 Gol & Masalah Finansial

Sriwijaya FC alami krisis performa 2026, kebobolan 28 gol akibat masalah finansial dan keterlambatan gaji pemain. Analisis lengkap dampak dan solusi.