BahasBerita.com – Tim nasional futsal Thailand kembali menunjukkan dominasinya di AFC Futsal Asian Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Libanon di Velodrome Jakarta. Meskipun hasil positif diraih, pelatih Rakphol Sainetngam menyampaikan keluhan serius terkait kondisi lapangan pertandingan yang tidak menggunakan parket, berbeda dengan lapangan latihan timnya di Thailand. Kondisi ini dinilai memengaruhi kecepatan bola dan gaya permainan tim Thailand, sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam turnamen yang digelar di Indonesia ini.
Rakphol mengungkapkan bahwa lapangan Velodrome Jakarta menggunakan permukaan non-parket yang berbeda jauh dari standar lapangan futsal internasional yang biasa mereka gunakan. “Pergerakan bola di sini terasa lebih lambat dan berbeda dengan apa yang kami latih di Thailand. Ini tentu memengaruhi ritme permainan kami,” jelas Rakphol saat ditemui usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa kondisi lapangan ini menuntut adaptasi cepat dari para pemain agar tetap bisa bermain efektif menghadapi lawan berikutnya, Kuwait. Keluhan ini menyoroti pentingnya kualitas fasilitas dalam mendukung performa tim di ajang bergengsi seperti AFC Futsal Asian Cup.
Velodrome Jakarta sebagai salah satu venue utama turnamen menggunakan permukaan lantai yang berbeda dengan Indonesia Arena Senayan, yang dikenal memiliki lapangan parket standar internasional. Perbedaan ini cukup signifikan karena permukaan parket dikenal memberikan pantulan bola yang lebih stabil dan kecepatan pergerakan yang optimal bagi pemain futsal. Standar lapangan futsal internasional yang direkomendasikan oleh AFC dan FIFA umumnya menggunakan parket kayu berkualitas tinggi. Fasilitas yang tidak sesuai standar ini berpotensi memengaruhi teknik dan strategi tim yang bertanding, seperti yang dialami oleh tim Thailand.
Perkembangan terkini di AFC Futsal Asian Cup 2026 menunjukkan Thailand berhasil mengamankan posisi puncak klasemen Grup B setelah mengalahkan Libanon dengan skor 2-0. Sementara itu, tuan rumah Indonesia juga mencuri perhatian dengan kemenangan telak 5-0 atas Korea Selatan di Grup A yang bertanding di Indonesia Arena Senayan. Pelatih Indonesia, Hector Souto, menyatakan bahwa performa ini menunjukkan kesiapan tim untuk melaju lebih jauh di turnamen ini, meskipun mereka juga harus beradaptasi dengan kondisi lapangan yang berbeda dari latihan.
Berikut adalah gambaran hasil pertandingan dan posisi klasemen sementara Grup A dan Grup B di AFC Futsal Asian Cup 2026 yang menggambarkan dinamika awal turnamen:
| Grup | Tim | Menang | Kalah | Skor |
|---|---|---|---|---|
| Grup A | Indonesia | 1 | 0 | 5-0 |
| Korea Selatan | 0 | 1 | 0-5 | |
| Kuwait | 0 | 0 | 0-0 | |
| Grup B | Thailand | 1 | 0 | 2-0 |
| Libanon | 0 | 1 | 0-2 | |
| Tim lain | 0 | 0 | 0-0 |
Keluhan Rakphol terkait kondisi lapangan ini membuka diskusi lebih luas tentang standar fasilitas futsal di Indonesia, terutama dalam penyelenggaraan turnamen internasional. Kualitas lapangan yang optimal sangat krusial karena memengaruhi pergerakan bola, kecepatan permainan, serta keselamatan pemain. Pengalaman tim Thailand yang terbiasa berlatih di lapangan parket menunjukkan betapa signifikan perbedaan permukaan lantai terhadap teknik dan strategi bermain futsal.
Pelatih Rakphol menyatakan kesiapan timnya untuk terus beradaptasi meskipun menghadapi kendala tersebut. “Kami harus cepat menyesuaikan diri karena lawan berikutnya, Kuwait, juga memiliki gaya bermain yang berbeda. Kondisi lapangan yang ada harus kami jadikan tantangan untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi,” ujarnya. Hal ini menunjukkan profesionalisme tim Thailand dalam mengelola situasi lapangan yang kurang ideal.
Sementara itu, tim futsal Indonesia yang tampil di Indonesia Arena Senayan dengan lapangan parket mendapat keuntungan dari kondisi lantai yang sesuai standar internasional. Pelatih Hector Souto menyebutkan bahwa kondisi ini membantu pemainnya dalam mengembangkan permainan cepat dan agresif sesuai gaya futsal modern. Namun, ia juga mengakui perlunya perhatian terhadap fasilitas di venue lain agar seluruh pertandingan berjalan adil dan kompetitif.
Dari sisi penyelenggara, AFC dan pihak lokal diharapkan dapat meninjau kembali standar fasilitas lapangan futsal di semua venue, terutama untuk turnamen bergengsi seperti AFC Futsal Asian Cup. Penyesuaian ini penting agar kualitas pertandingan tetap terjaga dan memberikan pengalaman terbaik bagi tim dan penonton. Selain itu, peningkatan fasilitas juga menjadi langkah strategis untuk mengangkat reputasi Indonesia sebagai tuan rumah turnamen internasional.
Jadwal pertandingan berikutnya akan mempertemukan Thailand dengan Kuwait di Grup B, yang menjadi ujian penting bagi adaptasi tim Thailand terhadap kondisi lapangan Velodrome. Sementara Indonesia akan melanjutkan perjuangan di Grup A menghadapi lawan berat dalam upaya lolos ke babak selanjutnya.
Keluhan pelatih Thailand ini menjadi cermin penting bagi pengelola turnamen untuk meningkatkan kualitas sarana prasarana futsal di Indonesia. Pengalaman praktis dari tim yang terbiasa dengan lapangan parket menunjukkan bahwa standar lapangan berpengaruh langsung terhadap performa dan strategi permainan. Dengan perbaikan fasilitas, diharapkan AFC Futsal Asian Cup 2026 dapat berjalan lancar, adil, dan memberikan tontonan futsal berkualitas tinggi bagi penonton di dalam dan luar negeri.
BahasBerita BahasBerita Informasi Terbaru Seputar Internet
