BahasBerita.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa program Smart City kini resmi menjadi pusat komando dan kendali utama operasi kepolisian di Indonesia. Inisiatif ini mengintegrasikan berbagai sistem teknologi informasi, termasuk pengawasan digital dan data real-time, guna meningkatkan efektivitas pelayanan publik terutama di bidang keselamatan lalu lintas dan penanganan kejadian darurat. Implementasi Smart City sebagai pusat komando kepolisian ini mulai dijalankan tahun ini dengan fokus utama pada pengelolaan lalu lintas, pengawasan kriminalitas, serta koordinasi respons cepat melalui sistem command center modern.
Program Smart City kepolisian bertujuan membawa transformasi digital dalam pengelolaan keamanan publik dengan menggabungkan data kecelakaan, titik rawan kemacetan, dan lokasi kejadian kriminal dalam satu platform terpadu. Kapolri Listyo Sigit menegaskan bahwa kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi bagian penting dari keberhasilan program ini. Yogyakarta dipilih sebagai pilot project smart province karena kematangan sistem digital dan dukungan lintas sektor yang kuat. Hal ini juga sejalan dengan pengembangan konsep ASEAN Smart Cities Network yang menghubungkan kota-kota cerdas di kawasan Asia Tenggara.
Pusat komando kepolisian dilengkapi dengan sistem Command Center dan Emergency Command Center yang berfungsi sebagai tulang punggung operasi pengawasan dan koordinasi penanganan insiden. Melalui jaringan CCTV pengawasan yang tersebar di area strategis, aparat kepolisian dapat memantau secara real-time kondisi lalu lintas dan aktivitas kriminal. Sistem ini memungkinkan pengambilan keputusan strategis berbasis data secara cepat, sehingga respons terhadap kecelakaan, kebakaran, atau tindak kejahatan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Kapolri menjelaskan bahwa pengintegrasian teknologi ini juga mendukung program road safety policing yang mengutamakan keselamatan pengendara dan pejalan kaki.
Pemerintah daerah DIY dan Yogyakarta turut berperan aktif dalam mendukung program Smart City ini dengan menyediakan infrastruktur digital dan sumber daya yang diperlukan. Korlantas Polri sebagai unit kerja khusus lalu lintas juga berkontribusi dalam pengembangan aplikasi smart policing yang memfasilitasi pelaporan dan penegakan hukum secara digital. Di tingkat nasional, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan kementerian terkait semakin diperkuat agar program ini dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Selain itu, integrasi dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang mengusung konsep smart, green, and sustainable office menjadi bagian dari visi jangka panjang pengembangan smart city kepolisian.
Aspek | Fitur / Implementasi | Manfaat |
|---|---|---|
Sistem Command Center | Pengawasan real-time via CCTV, integrasi data kecelakaan dan kriminalitas | Respons cepat dan pengambilan keputusan berbasis data |
Emergency Command Center | Koordinasi penanganan kebakaran, kecelakaan, dan tindak kejahatan | Efektivitas penanganan insiden dan penyelamatan masyarakat |
Kolaborasi Smart Province DIY | Integrasi sistem dengan pemerintah daerah dan Korlantas Polri | Peningkatan pelayanan publik dan keamanan lalu lintas |
ASEAN Smart Cities Network | Platform pengembangan kota cerdas regional | Sharing best practices dan peningkatan teknologi keamanan |
Penerapan Smart City oleh Polri menunjukkan dampak positif pada peningkatan responsivitas pelayanan publik. Kapolri menekankan bahwa melalui integrasi data dan teknologi, angka kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas di wilayah pilot project mengalami penurunan signifikan. Selain itu, sistem ini memudahkan koordinasi antar instansi dalam menghadapi situasi darurat, sehingga masyarakat mendapatkan layanan yang lebih cepat dan terpercaya. Jenderal Listyo juga menegaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan dan diperluas ke wilayah lain sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan daerah.
Dalam pandangan Kapolri, transformasi digital ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga komitmen bersama antara Polri dan pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tertib. Ia berharap program Smart City sebagai pusat komando kepolisian dapat menjadi model nasional yang mengintegrasikan sistem pengawasan, keamanan, dan pelayanan publik. Monitoring serta evaluasi berkelanjutan akan dilakukan untuk memastikan efektivitas dan adaptasi teknologi sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat dan tantangan keamanan di masa depan.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak dan pembaruan teknologi yang terus dilakukan, program Smart City kepolisian diyakini akan meningkatkan kualitas layanan dan keamanan publik secara signifikan. Langkah-langkah inovatif ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan ASEAN Smart Cities Network, membuka peluang kolaborasi internasional dalam pengembangan kota cerdas yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus menjadi alat utama dalam memperkuat keamanan dan pelayanan publik demi terciptanya masyarakat yang lebih aman dan sejahtera.
BahasBerita BahasBerita Informasi Terbaru Seputar Internet
