BahasBerita.com – Marojahan Sintong Sijabat, ayah dari influencer dan YouTuber ternama Jerome Polin, meninggal dunia di National Hospital Surabaya setelah menjalani perawatan intensif akibat kondisi penyumbatan usus dan paru-paru yang kritis. Kabar duka tersebut disampaikan oleh Jerome Polin melalui akun Instagram resminya, yang juga mengonfirmasi pembatalan semua kegiatan publiknya untuk mendampingi sang ayah hingga akhir hayatnya. Kejadian ini terjadi pada tahun 2025 di Surabaya, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas yang mengenal sosok Marojahan.
Marojahan Sintong Sijabat sebelumnya sempat dirawat di National Hospital Surabaya setelah mengalami komplikasi serius akibat penyakit penyumbatan usus dan paru-paru. Kondisi kritis ini membuat keluarga harus mengambil keputusan untuk menunda berbagai aktivitas, terutama yang melibatkan Jerome Polin sebagai figur publik. Jerome secara terbuka membagikan perkembangan kondisi kesehatan ayahnya kepada para pengikut di media sosial, meminta doa serta dukungan dari komunitas dan penggemar. Dalam unggahannya, Jerome menyatakan betapa beratnya masa itu dan pentingnya kehadiran keluarga saat menghadapi situasi kritis.
Sebagai sosok yang dikenal luas bukan hanya sebagai ayah dari influencer, Marojahan juga aktif dalam kegiatan keagamaan. Ia berusia 58 tahun dan selama ini berkecimpung dalam pelayanan di Gereja GKI Darmo Satelit Surabaya. Pendeta Andri Purnawan yang sering berinteraksi dengan Marojahan memberikan kesaksian mengenai keteladanan dan dedikasi beliau dalam pelayanan komunitas. “Pak Marojahan bukan hanya seorang yang taat dalam ibadah tetapi juga sosok yang penuh kasih dan perhatian kepada sesama jemaat,” ujar Pendeta Andri. Peran aktifnya dalam kegiatan sosial dan gereja juga membekas di hati banyak orang di lingkungan sekitarnya.
Respons keluarga atas meninggalnya Marojahan pun datang dari berbagai pihak. Jerome Polin, melalui pernyataan resmi di Instagram, mengutarakan rasa syukur sekaligus kedukaan atas kepergian ayahnya. Kakaknya, Jehian Sijabat, juga menyampaikan belasungkawa dan mengimbau agar publik dapat memberikan ruang bagi keluarga untuk berduka. Manajemen Mantappu Corp, perusahaan yang menaungi Jerome Polin, turut menyampaikan dukungan dan turut berbelasungkawa atas kehilangan ini. Sebanyak banyak pengikut dan sahabat di media sosial juga aktif memberikan doa serta ungkapan empati melalui beragam platform digital.
Alur kedatangan jenazah dan prosesi pemakaman telah diatur dengan rapi oleh keluarga, dilaksanakan di Rumah Duka Grand Heaven Surabaya, sebagai wujud penghormatan terakhir. Informasi ini juga telah diumumkan kepada para jemaat gereja dan komunitas terdekat untuk ikut memberikan penghormatan yang layak sesuai protokol kesehatan dan ketentuan lokal. Momen ini menjadi titik refleksi terhadap pentingnya peranan keluarga dan komunitas dalam mendukung figur publik seperti Jerome Polin di tengah masa berduka.
Dampak dari meninggalnya Marojahan juga berdampak signifikan pada jadwal profesional Jerome Polin. Sejumlah kegiatan promosi, konten YouTube, dan kolaborasi yang semula direncanakan harus ditunda atau diatur ulang demi memberikan ruang bagi Jerome untuk fokus pada keluarga dan proses pemulihan emosional. Penundaan ini juga bertepatan dengan jadwal pelayanan Natal di Gereja GKI Darmo Satelit, yang kini melibatkan berbagai persiapan khusus untuk mengenang jasa Marojahan sekaligus menghadirkan suasana penuh duka cita dan penghormatan.
Kepergian ayah Jerome Polin membuka ruang bagi publik untuk lebih memahami sisi kemanusiaan seorang figur influencer yang tidak lepas dari tantangan kehidupan pribadi. Di tengah popularitas dan eksposur media sosial yang tinggi, Jerome tampil terbuka dan autentik dalam membagikan pengalaman kehilangan dan kepedihan keluarganya. Ia mengajak publik untuk memberikan ruang empati, menghormati masa berduka, dan terus mendoakan agar arwah sang ayah mendapat tempat terbaik. Pesan ini menjadi pengingat akan nilai-nilai persaudaraan dan kepedulian sesama di tengah derasnya arus informasi digital.
Marojahan Sintong Sijabat dikenal sebagai figur yang menginspirasi melalui keteladanan pelayanan gereja dan dukungan kuat kepada keluarga. Penyakit penyumbatan usus dan paru yang dialami menjadi peringatan akan pentingnya menjaga kesehatan serta dukungan medis profesional. Keluarga dan komunitas berharap kenangan akan sosok beliau tetap hidup sebagai motivasi dan inspirasi bagi generasi mendatang. Kabar duka ini juga menegaskan kembali betapa ketulusan dan kehangatan sebuah keluarga menjadi fondasi utama di tengah sorotan publik.
Aspek | Detail | Keterangan |
|---|---|---|
Nama | Marojahan Sintong Sijabat | Ayah Jerome Polin |
Usia | 58 tahun | Menurut sumber keluarga dan gereja |
Tempat Meninggal | National Hospital Surabaya | Tempat perawatan dan wafat |
Penyebab Kematian | Penyumbatan usus dan paru-paru | Diklarifikasi oleh pihak medis rumah sakit |
Sosok | Aktif di Gereja GKI Darmo Satelit | Pelayanan dan komunitas |
Respons Keluarga | Ungkapan duka lewat Instagram dan pernyataan resmi | Jerome Polin, Jehian Sijabat, dan Mantappu Corp |
Prosesi Pemakaman | Rumah Duka Grand Heaven Surabaya | Digelar dengan protokol ketat |
Kehilangan Marojahan Sintong Sijabat menyisakan duka mendalam bagi keluarga, terutama bagi Jerome Polin yang harus menata kembali keseimbangan antara kehidupan pribadi dan karier di dunia digital. Momen ini menjadi cerminan bagaimana selebritas dan figur publik di Indonesia menghadapi cobaan hidup secara terbuka, sekaligus mengajak masyarakat luas untuk lebih peka dan peduli terhadap kehidupan di balik layar media sosial. Kedepannya, dukungan komunitas dan penggemar menjadi faktor penting dalam membantu Jerome dan keluarga menjalani proses berduka dengan penuh kekuatan dan ketabahan.
BahasBerita BahasBerita Informasi Terbaru Seputar Internet
