Hashim Djojohadikusumo Tegaskan Tak Punya Akun Medsos Resmi

Hashim Djojohadikusumo Tegaskan Tak Punya Akun Medsos Resmi

BahasBerita.com – Hashim Djojohadikusumo, adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga dikenal sebagai tokoh politik dan pengusaha ternama, secara tegas menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki akun media sosial resmi. Pernyataan ini disampaikan menyusul maraknya beredar akun-akun palsu yang mengatasnamakan Hashim dan menawarkan ajakan investasi online kepada masyarakat. Klarifikasi resmi ini penting untuk mencegah penyebaran informasi keliru sekaligus mengantisipasi potensi penipuan digital yang dapat merugikan publik.

Seorang perwakilan resmi keluarga, Ariseno, menegaskan kepada media bahwa seluruh akun yang mengatasnamakan Hashim Djojohadikusumo di berbagai platform media sosial adalah tidak resmi dan tidak memiliki hubungan apapun dengan yang bersangkutan. “Kami mengimbau masyarakat untuk waspada dan tidak mempercayai akun-akun tersebut karena segala bentuk tawaran investasi dan komunikasi melalui akun-akun di luar yang telah disebutkan resmi adalah tindakan penipuan,” ujarnya. Pernyataan resmi ini juga menekankan bahwa penggunaan nama, foto, video, maupun identitas lain Hashim untuk kepentingan komersial tanpa izin adalah bentuk penipuan yang sebaiknya tidak direspon.

Fenomena akun palsu yang mengatasnamakan tokoh politik dan publik sudah menjadi perhatian khusus di Indonesia, terlebih dalam era digital di mana media sosial menjadi wadah utama interaksi dan komunikasi. Hashim Djojohadikusumo sendiri merupakan bagian dari keluarga besar Prabowo Subiohadikusumo yang kerap menjadi sosok kontroversial sekaligus sorotan karena keterlibatan dalam dunia bisnis dan politik nasional. Kajian oleh pengamat keamanan siber mengungkapkan maraknya skema penipuan daring yang memanfaatkan nama besar tokoh-tokoh publik, termasuk tawaran investasi bodong yang menjanjikan keuntungan cepat namun tanpa dasar legalitas yang jelas.

Meningkatnya jumlah akun media sosial palsu yang dikaitkan dengan Hashim dan keluarga Prabowo juga sejalan dengan meningkatnya kasus penipuan daring yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan aparat keamanan lainnya. Kasus penipuan semacam ini, misalnya yang pernah menyeret nama-nama pejabat dan pengusaha, menimbulkan kerugian finansial tidak hanya bagi korban perorangan tapi juga berpotensi merusak reputasi sosial dan politik tokoh-tokoh yang menjadi sasaran. Selain itu, modus-modus investasi ilegal di dunia maya terus berkembang dengan memanfaatkan teknologi dan token media sosial yang semakin kompleks.

Baca Juga:  Pramono Anung Konsultasi KPK Perkuat Pemberantasan Korupsi Terbaru

Dalam konteks pencegahan, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan verifikasi terlebih dahulu apabila menerima ajakan investasi atau komunikasi dari akun yang mengaku perwakilan Hashim Djojohadikusumo. Pakar keamanan digital menyarankan agar publik melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang menggunakan nama figur publik kepada pihak berwenang serta memanfaatkan fitur verifikasi akun pada masing-masing platform media sosial. Hal ini penting guna menekan angka penipuan digital sekaligus menjaga kredibilitas para tokoh publik yang sering kali diperalat oleh oknum tak bertanggung jawab.

Berikut adalah perbandingan antara akun resmi dan akun palsu yang beredar terkait Hashim Djojohadikusumo, berdasarkan penjelasan resmi dari tim keluarga dan temuan investigasi media:

Aspek
Akun Resmi Hashim
Akun Palsu Hashim
Keberadaan
Tidak ada akun resmi apapun di media sosial
Banyak akun di Instagram, Facebook, dan Telegram
Tampilan Konten
Menggunakan foto/foto video asli Hashim tanpa izin
Aktivitas
Ajakan investasi, jual beli token dan barang investasi ilegal
Legalitas
Resmi dan terverifikasi (tidak ada)
Penipuan, ilegal, tanpa izin dan verifikasi
Tindakan dari Pihak Berwenang
Dalam proses investigasi dan pelaporan ke KPK dan kepolisian

Klarifikasi resmi ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi risiko investasi bodong online yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat luas, terutama yang mudah terdampak pengaruh akun palsu. Penggunaan identitas tokoh politik sebagai kedok penipuan digital telah menjadi modus operandi yang umum, dan masyarakat perlu mendapatkan edukasi secara kontinu mengenai mekanisme keamanan digital. Selain itu, larangan keras dari keluarga Hashim dan Partai Gerindra terhadap akun palsu ini juga menjadi bentuk perlindungan reputasi sekaligus upaya menjaga stabilitas sosial-politik.

Kedepannya, pemerintah dan aparat terkait diharapkan mampu meningkatkan pengawasan dan pengerahan teknologi untuk meminimalisir penyebaran akun-akun palsu yang dapat merugikan masyarakat dan tokoh publik. Selain itu, penguatan edukasi publik tentang keamanan digital, termasuk cara identifikasi akun resmi dan mekanisme pelaporan penipuan media sosial, sangat diperlukan sebagai langkah preventif. Dalam ranah politik dan bisnis, kejelasan akan akses dan komunikasi resmi menjadi kunci dalam mencegah penyalahgunaan nama dan identitas serta menjaga kepercayaan publik.

Baca Juga:  Klarifikasi Rumor Pesta Seks Gay Dua Kamar Hotel di Surabaya

Penting bagi seluruh pihak, terutama pengguna internet dan media sosial di Indonesia, untuk selalu waspada dan tidak melakukan transaksi atau memberikan data pribadi kepada akun yang tidak diverifikasi resmi. Upaya kolektif dari keluarga tokoh, aparat keamanan, serta masyarakat sendiri menjadi fondasi utama dalam mengatasi maraknya penipuan online di media sosial, khususnya yang menggunakan nama Hashim Djojohadikusumo dan figur politik lainnya. Klarifikasi akurat dan transparan semacam ini diharapkan dapat menekan jumlah korban penipuan sekaligus memperkuat ekosistem digital yang sehat dan terpercaya di Indonesia.

Tentang Naufal Rizki Adi Putra

Naufal Rizki Adi Putra merupakan feature writer berpengalaman dengan spesialisasi dalam bidang olahraga. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia pada tahun 2012, Naufal mengawali kariernya sebagai reporter olahraga pada 2013 dan kemudian berfokus pada penulisan feature yang mendalam sejak 2017. Selama lebih dari 10 tahun aktif di industri media, ia telah menulis puluhan artikel feature yang mengupas berbagai aspek olahraga, termasuk sepak bola, bulu tangkis, dan olahraga tradisional Indone

Periksa Juga

Bayi 9 Bulan Probolinggo Terlantar di RS Malaysia, Ini Kronologinya

Bayi perempuan 9 bulan asal Probolinggo dirawat intensif di RS Johor Malaysia. Pemerintah dan KJRI bantu pulangkan, pastikan perlindungan dan pendampi