Gibran Dorong Santri Kuasai AI, Blockchain, dan Robotik

Gibran Dorong Santri Kuasai AI, Blockchain, dan Robotik

BahasBerita.com – Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Surakarta, baru-baru ini menginisiasi program strategis yang bertujuan menyiapkan santri menjadi tenaga ahli di bidang Kecerdasan Buatan (AI), Blockchain, dan Robotik. Langkah ini merupakan respons terhadap kebutuhan yang semakin meningkat terhadap tenaga kerja dengan keahlian teknologi canggih di tingkat nasional dan global, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengintegrasikan pendidikan tradisional pesantren dengan inovasi teknologi modern. Program ini diharapkan dapat memperkuat sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam menghadapi transformasi digital dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi masa depan.

Inisiatif Gibran menitikberatkan pada pengembangan kompetensi santri melalui pelatihan teknologi mutakhir yang dikemas dalam model pendidikan pesantren. Program ini dirancang untuk menggabungkan nilai-nilai agama dan budaya pesantren dengan keterampilan praktis di bidang AI, blockchain, dan robotik. Implementasi program mencakup serangkaian pelatihan intensif, lokakarya praktikal, dan kerja sama dengan institusi teknologi serta perusahaan startup di sektor digital. Salah satu fokus utama adalah mempersiapkan santri agar mampu mengembangkan aplikasi AI yang relevan dengan kebutuhan lokal, serta memahami teknologi blockchain sebagai fondasi sistem keamanan digital yang transparan dan terdesentralisasi. Selain itu, pembelajaran robotik diarahkan untuk mendukung inovasi di bidang pendidikan dan industri manufaktur.

Secara global, kecenderungan transformasi digital yang mengedepankan AI, blockchain, dan robotik semakin mendominasi sektor teknologi, termasuk legal tech dan energi terbarukan yang memanfaatkan kecanggihan AI untuk efisiensi dan keberlanjutan. Indonesia, dengan jumlah pengguna internet terbesar di Asia Tenggara, menghadapi peluang dan tantangan besar dalam mencetak tenaga ahli yang mampu bersaing dalam ekosistem teknologi internasional. Menurut data terbaru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan berbasis pesantren masih relatif terbatas, sehingga program Gibran menjadi jawaban strategis untuk memacu percepatan digitalisasi di sektor pendidikan tradisional.

Baca Juga:  Pencairan KJP Plus Mei 2025 Dimulai 5 Mei, Ini Jadwal dan Cara Ceknya

Pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Surakarta menegaskan komitmen mereka dalam mendukung program ini dengan optimalisasi dan pendampingan berbasis riset serta penyediaan infrastruktur teknologi. “Kami percaya bahwa transformasi digital pesantren tidak hanya penting untuk peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga berperan besar dalam pembentukan talenta digital yang adaptif dan produktif,” ujar Sekretaris Daerah Kota Surakarta dalam konferensi pers terbaru. Sementara itu, pakar pendidikan teknologi dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Endah Puspitasari, menilai langkah ini krusial untuk memperkuat ekosistem teknologi nasional. “Pendekatan yang memadukan nilai tradisional dengan skill teknologi tinggi merupakan strategi tepat untuk mengatasi kesenjangan SDM di bidang teknologi,” tambahnya.

Mengintegrasikan pendidikan teknologi tinggi dengan tradisi pesantren membuka peluang baru dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Selain meningkatkan kemampuan santri dalam penggunaan dan pengembangan AI, blockchain, dan robotik, program ini diharapkan juga mengakselerasi inovasi pada sektor lain, seperti legal tech yang membutuhkan tenaga ahli untuk keamanan data digital dan regulasi berbasis teknologi, serta pengembangan energi terbarukan yang mengadopsi AI untuk pengelolaan efisiensi sumber daya. Dalam jangka menengah, langkah ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi digital lokal sekaligus menciptakan ekosistem kreatif yang berbasis pada teknologi dan kearifan lokal pesantren.

Aspek
Deskripsi
Dampak
Pelatihan AI untuk Santri
Program pembelajaran AI yang mencakup pengenalan machine learning dan aplikasi praktis dalam konteks sosial dan bisnis.
Memperkuat kemampuan pengembangan teknologi lokal dan solusi digital yang kontekstual.
Pendidikan Blockchain
Pembekalan konsep blockchain dan sistem desentralisasi untuk keamanan data dan transaksi digital di berbagai sektor.
Meningkatkan kepercayaan digital dan inovasi sistem penyimpanan data aman di pesantren dan masyarakat.
Program Robotik Pendidikan
Pelatihan praktikal robotik menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang mendukung otomatisasi dan inovasi industri.
Mendorong pengembangan teknologi manufaktur dan edukasi teknologi bagi generasi muda.
Kolaborasi Pendidikan dan Industri
Kemitraan antara pesantren, perguruan tinggi, dan startup teknologi untuk transfer ilmu dan praktik riset.
Mempercepat adaptasi teknologi terbaru dan peluang kerja di sektor teknologi.
Baca Juga:  Dua Demonstran Didakwa Rusak Mobil Dinas Kemendagri Agustus

Menurut analisis para ahli dan data resmi, program ini menandai langkah strategis dalam pengembangan SDM di bidang teknologi di Indonesia. Selain memodernisasi sistem pendidikan pesantren, program tersebut juga mengantisipasi kebutuhan tenaga profesional di segmen teknologi, terutama di area legal tech yang tengah berkembang, serta pemanfaatan AI untuk pengelolaan energi terbarukan yang semakin penting untuk masa depan. Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa fokus pada pendidikan teknologi canggih bagi santri adalah bagian dari visi menuju Surakarta sebagai kota inovasi yang inklusif dan maju.

Ke depan, keberhasilan program ini akan diukur dari tingkat kesiapan lulusan santri sebagai tenaga ahli di industri teknologi, kemampuan mereka berkontribusi pada riset dan inovasi lokal, serta peran mereka dalam membangun ekonomi digital yang berbasis teknologi. Pemerintah daerah bersama mitra strategis berencana memperluas cakupan pelatihan dan mendukung infrastruktur teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri dan universitas. Jika berjalan optimal, program ini tidak hanya transformasi pendidikan pesantren tetapi juga kontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan tenaga ahli teknologi Indonesia di tingkat global.

Gibran Rakabuming Raka membuka arah baru dalam dunia pendidikan teknologi dengan mengintegrasikan nilai tradisional santri dan teknologi mutakhir seperti AI, blockchain, serta robotik. Langkah ini sekaligus jawaban konkret terhadap tantangan revolusi industri 4.0 dan era digitalisasi tinggi yang menuntut SDM unggul dan adaptif, terutama dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi kompleksitas teknologi global.

Tentang Dwi Anggara Pratama

Dwi Anggara Pratama adalah content writer profesional dengan spesialisasi dalam industri travel. Ia menyelesaikan studi S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia pada tahun 2012 dan sejak itu mengembangkan kariernya selama lebih dari 9 tahun di bidang penulisan konten wisata dan pariwisata. Dwi telah berkontribusi pada berbagai portal travel ternama di Indonesia, termasuk beberapa publikasi digital yang fokus pada destinasi lokal dan tren wisata terbaru. Keahliannya mencakup penulisan SEO-frie

Periksa Juga

Bayi 9 Bulan Probolinggo Terlantar di RS Malaysia, Ini Kronologinya

Bayi perempuan 9 bulan asal Probolinggo dirawat intensif di RS Johor Malaysia. Pemerintah dan KJRI bantu pulangkan, pastikan perlindungan dan pendampi