Daftar 6 Klub Tersingkir AFC Champions League Two 2025-2026

Daftar 6 Klub Tersingkir AFC Champions League Two 2025-2026

BahasBerita.com – Persib Bandung masih kokoh memimpin klasemen Grup G zona Timur dalam AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026 setelah meraih kemenangan penting di laga-laga penyisihan grup. Dengan perolehan 10 poin, posisi Persib unggul head-to-head atas Bangkok United yang juga mengantongi 10 poin, sementara Lion City Sailors bertengger di peringkat ketiga dengan 7 poin dan masih memiliki peluang lolos ke babak 16 besar. Di sisi lain, Selangor FC dipastikan tersingkir setelah menelan empat kekalahan beruntun tanpa perolehan poin, yang makin mempertegas dominasi klub-klub Indonesia dan Asia Tenggara dalam kompetisi musim ini.

Babak penyisihan grup ACL 2 2025-2026 menjadi momen krusial bagi empat klub ASEAN yang tergabung di Grup G zona Timur, yaitu Persib Bandung (Indonesia), Bangkok United (Thailand), Lion City Sailors (Singapura), dan Selangor FC (Malaysia). Semua pertandingan digelar di venue netral seperti Stadion MBPJ Petaling Jaya dan Stadion Bishan Singapura, menciptakan atmosfer kompetitif tinggi di tengah pandemi dan tantangan logistik. Dengan intensitas persaingan yang ketat, posisi klasemen terus berubah berdasarkan hasil pertandingan terakhir, khususnya setelah Persib Bandung menorehkan hasil positif di laga kontra Selangor FC.

Selangor FC resmi menjadi klub pertama dari Grup G yang tersingkir dari ACL 2 2025-2026 setelah empat pertandingan tanpa satupun kemenangan atau poin. Klub asal Malaysia ini mengalami kekalahan berturut-turut, termasuk hasil minor di laga terakhir melawan Persib Bandung yang berakhir dengan skor 3-2. Statistik menunjukkan bahwa Selangor FC kesulitan menjaga konsistensi permainan dan menghadapi masalah psikologis serta tekanan suporter yang memuncak, terutama dalam insiden kericuhan suporter yang terjadi pasca-pertandingan di Stadion MBPJ Petaling Jaya. Insiden ini dilaporkan akan menjadi perhatian serius AFC dan berpotensi berujung pada sanksi terhadap klub maupun larangan kehadiran suporter.

Sementara itu, Persib Bandung dan Bangkok United memastikan diri melangkah ke babak 16 besar ACL 2 dengan torehan poin sama kuat, yakni 10 poin. Keduanya dipisahkan oleh aturan head-to-head yang membuat Persib Bandung berada di puncak klasemen. Lion City Sailors masih memiliki peluang lolos dengan 7 poin yang mereka raih, menyisakan satu pertandingan terakhir yang menentukan kelangsungan langkah mereka. Posisi ini menyisakan persaingan sengit yang memegang peranan penting dalam menentukan jalur menuju babak knockout.

Baca Juga:  Denny Landzaat Tolak Ajax, Tetap Dampingi Timnas Indonesia

Kemenangan dramatis Persib Bandung atas Selangor FC dengan skor tipis 3-2 menjadi momentum penting dalam perburuan tiket babak selanjutnya. Lennart Thy mencetak gol cepat pada menit awal yang memberikan motivasi awal bagi Persib. Sementara itu, gol penentu kemenangan lahir dari kaki Adam Alis yang tampil gemilang dengan skill individu dan kontribusi strategisnya di lini tengah. Gol-gol ini menjadi bukti efektivitas serangan Persib serta ketajaman para pemain kunci yang diakui mampu mengelola tekanan pertandingan dengan baik. Namun, laga ini juga diwarnai insiden kericuhan yang harus menjadi perhatian manajemen klub dan AFC.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, pelatih Selangor FC mengakui bahwa faktor kesalahan individu dan tekanan situasi menjadi penyebab kekalahan timnya. “Kami melakukan beberapa kesalahan yang seharusnya bisa dihindari, dan ini berdampak pada hasil akhir. Kami akan evaluasi secara menyeluruh sebelum melangkah ke kompetisi berikutnya,” ujar pelatih Selangor FC. Sementara itu, pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memberikan pujian kepada pemainnya, terutama Adam Alis, atas performa luar biasa yang membantu tim mempertahankan posisi puncak Grup G. “Adam menunjukkan kualitas profesionalisme dan mental juara yang tinggi, ini menjadi kunci kemenangan kami,” tambah Hodak.

AFC Deputy General Secretary Shin Man-gil turut memberikan komentar terkait atmosfer kompetisi ACL 2 yang selalu penuh tekanan. Menurutnya, insiden suporter Selangor yang ricuh bisa menjadi pelajaran penting bagi klub-klub di ASEAN agar lebih menerapkan manajemen keamanan dan kedisiplinan suporter secara ketat untuk menjaga reputasi kompetisi. Selain itu, Mahmoun Abdulrahman, pengamat sepak bola Asia, menilai performa Persib dan Bangkok United mencerminkan peningkatan kualitas klub ASEAN yang mampu bersaing di tingkat regional, sekaligus memberi motivasi bagi klub lain untuk meningkatkan strategi dan pengelolaan tim.

Baca Juga:  4 Pemain Persib Unggul Kunci Kemenangan Lawan Bangkok United

Sejarah ACL 2 menempatkan kompetisi ini sebagai platform penting bagi klub-klub Asia Tenggara untuk unjuk gigi di kancah internasional. Musim ini menunjukkan tren positif bagi Indonesia dengan Persib yang tampil konsisten dan berpeluang besar mencetak prestasi lebih jauh. Jika dibandingkan dengan musim sebelumnya, kehadiran klub-klub ASEAN di babak gugur semakin diperkuat oleh kualitas pemain, taktik pelatih, dan dukungan manajemen yang lebih profesional. Namun, kehadiran insiden keamanan dan tekanan berat suporter tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.

Berikut tabel klasemen sementara Grup G Zona Timur ACL 2 2025-2026 yang memperlihatkan posisi dan peluang klub ASEAN menuju babak 16 besar:

Klub
Poin
Menang
Seri
Kalah
Persib Bandung
10
3
1
1
Bangkok United
10
3
1
1
Lion City Sailors
7
2
1
2
Selangor FC
0
0
0
4

Dengan posisi tersebut, Persib Bandung dan Bangkok United sudah dapat dipastikan lolos ke babak berikutnya. Lion City Sailors harus menang dan berharap hasil lain menguntungkan untuk mendapatkan tiket babak 16 besar. Sedangkan Selangor FC harus fokus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi domestik setelah tersingkir dini dari ACL 2.

Ke depan, laga babak 16 besar menantang keempat klub yang lolos dengan intensitas lebih tinggi. Persib Bandung harus menjaga konsistensi permainan dan mengantisipasi strategi lawan yang sudah mulai mengenal gaya permainan mereka. Bangkok United dan Lion City Sailors juga diharapkan terus meningkatkan performa guna menghadapi kompetisi yang lebih ketat. Dalam konteks operasional, AFC diperkirakan akan memberikan perhatian lebih kepada keamanan suporter dan kelancaran pertandingan, terutama pasca insiden di pertandingan terakhir yang melibatkan Selangor FC. Potensi sanksi dari AFC kepada klub Malaysia tersebut dapat berdampak pada persiapan turnamen mendatang serta hubungan suporter dengan klub.

Baca Juga:  Putri KW Belum Konfirmasi Lolos Semifinal Australia Open 2025

Secara ringkas, ACL 2 2025-2026 Grup G zona Timur kini memperlihatkan peta jelas klub mana yang melaju dan yang tersingkir. Persib Bandung dan Bangkok United tampil dominan, sedangkan Lion City Sailors berjuang keras demi peluang. Selangor FC harus kembali ke meja evaluasi setelah penampilan kurang memuaskan. Penyisihan grup ini sekaligus menjadi barometer kekuatan sepak bola ASEAN di panggung Asia yang terus mengalami kemajuan dan dinamika kompetisi yang menegangkan. Jadwal pertandingan babak 16 besar juga sudah menanti dengan potensi duel seru yang berpeluang menghasilkan kejutan-kejutan menarik musim ini.

Tentang Dwi Santoso Adji

Dwi Santoso Adji adalah financial writer dengan pengalaman lebih dari 8 tahun khusus dalam bidang investasi. Lulus dari Universitas Indonesia dengan gelar Sarjana Ekonomi, Dwi memulai karirnya sebagai analis pasar modal sebelum beralih ke dunia penulisan finansial pada tahun 2016. Selama karirnya, Dwi telah menulis berbagai artikel dan riset mendalam yang dipublikasikan di media nasional dan platform investasi digital ternama. Kepakarannya mencakup analisa saham, reksa dana, dan strategi investa

Periksa Juga

Krisis Sriwijaya FC 2026: Kebobolan 28 Gol & Masalah Finansial

Sriwijaya FC alami krisis performa 2026, kebobolan 28 gol akibat masalah finansial dan keterlambatan gaji pemain. Analisis lengkap dampak dan solusi.