BahasBerita.com – Banjir melanda wilayah Kabupaten dan Kota Serang, Banten, dengan dampak yang meluas hingga 17 kecamatan di kabupaten dan 11 wilayah di kota. Berdasarkan data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten dan Kota Serang, ribuan kepala keluarga dan puluhan ribu jiwa terdampak langsung oleh banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah sungai besar. BPBD setempat bersama aparat keamanan terus melakukan evakuasi warga terdampak serta penanganan darurat untuk meminimalisir kerugian lebih lanjut.
Di Kabupaten Serang, banjir tersebar di 17 kecamatan dengan total 5.386 kepala keluarga atau sekitar 19.057 jiwa terdampak. Ketinggian air yang terpantau bervariasi antara 5 hingga 45 sentimeter, tergantung lokasi dan kondisi sungai di sekitarnya seperti Sungai Ciwaka, Cikalumpang, Cidurian, Ciujung, Sumur Gede, Rawa, Susukan, dan Cikambuy. Ribuan rumah penduduk mengalami kerusakan, demikian pula fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan mushola yang ikut terendam. Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menyatakan bahwa “Penyebab utama banjir kali ini adalah kombinasi curah hujan ekstrem selama beberapa hari dan meluapnya sungai-sungai utama di wilayah Serang yang tidak dapat menampung debit air.”
Sementara itu, di Kota Serang, banjir melanda 11 wilayah administrasi dengan sekitar 330 rumah terendam dan 1.690 jiwa terdampak. Ketinggian air di beberapa titik mencapai 80 sentimeter, meskipun di banyak lokasi sudah mulai berangsur surut. Warga yang terdampak mulai melakukan pemulihan mandiri, tapi BPBD Kota Serang tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan hujan dan banjir susulan akibat cuaca ekstrem yang masih berlangsung. Ketua BPBD Kota Serang menegaskan bahwa “Koordinasi dan kesiapsiagaan akan terus ditingkatkan untuk mengantisipasi bencana lanjutan.”
Fokus perhatian tertuju pada Kecamatan Pamarayan, yang menjadi langganan banjir berulang. Menurut Madroni, Ketua Karang Taruna Desa Pamarayan, wilayah ini mengalami banjir hingga empat kali dalam sebulan terakhir, dengan titik terparah di Kampung Muncel dan Bojong Madang. Ketinggian air di daerah ini mencapai 1,5 meter, menyebabkan aktivitas masyarakat sangat terganggu. Warga setempat telah berinisiatif membuat rakit dan gerobak darurat sebagai sarana mobilitas untuk membantu warga menyeberangi daerah terendam. “Ini adalah upaya mandiri warga agar tetap bisa melakukan aktivitas sehari-hari meskipun banjir,” jelas Madroni.
Penanganan darurat terus dilakukan oleh BPBD Kabupaten dan Kota Serang yang didukung oleh Polres Serang serta relawan. Evakuasi warga dilakukan secara bertahap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Distribusi bantuan logistik berupa makanan, air bersih, pakaian, dan obat-obatan juga sedang berjalan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Kepala BPBD Ajat Sudrajat mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi tanah longsor dan angin kencang yang kerap menyertai hujan lebat di wilayah ini. “Kami terus melakukan monitoring intensif, dan apabila diperlukan akan dilakukan relokasi sementara bagi warga yang tinggal di zona risiko tinggi,” ujarnya.
Banjir yang terjadi di Serang kali ini merupakan bagian dari fenomena cuaca ekstrem yang berulang di wilayah Banten. Curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu singkat dan kapasitas sungai yang terbatas menjadi faktor utama penyebab banjir. Selain itu, perubahan tata ruang dan aktivitas manusia di kawasan hulu sungai turut memperparah luapan air. Kerusakan infrastruktur publik seperti ruas jalan, jembatan, dan fasilitas pendidikan yang terendam air memperlambat proses pemulihan. Hal ini menuntut peningkatan mitigasi bencana dan kesiapsiagaan yang lebih baik dari pemerintah daerah bersama masyarakat.
Koordinasi lintas instansi antara BPBD, dinas terkait, aparat keamanan, serta partisipasi aktif warga menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko bencana di masa depan. Selain itu, pemetaan daerah rawan dan perbaikan sistem drainase serta normalisasi sungai perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk menghadapi perubahan iklim dan pola cuaca yang semakin tidak menentu.
Wilayah | Jumlah Kecamatan/Titik | KK Terdampak | Jumlah Jiwa Terdampak | Ketinggian Air (cm) |
|---|---|---|---|---|
Kabupaten Serang | 17 Kecamatan | 5.386 KK | 19.057 Jiwa | 5 – 45 |
Kota Serang | 11 Wilayah | 330 KK | 1.690 Jiwa | 20 – 80 |
Kecamatan Pamarayan (Kabupaten Serang) | – | – | – | Hingga 150 (1,5 meter) |
Tabel di atas merangkum data dampak banjir di wilayah Serang, memperlihatkan perbedaan tingkat kerusakan dan ketinggian air antara Kabupaten Serang, Kota Serang, dan titik langganan banjir di Kecamatan Pamarayan.
Banjir ini menimbulkan efek langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah terhenti, sementara tempat ibadah seperti masjid dan mushola mengalami kerusakan. Kondisi ini memerlukan pemulihan yang tidak singkat, sehingga pemerintah daerah didorong untuk mempercepat rehabilitasi serta memperkuat sistem mitigasi bencana hidrometeorologi. Penanganan yang cepat dan terkoordinasi akan menentukan keberhasilan dalam mengurangi dampak bencana di masa mendatang, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi cuaca ekstrem yang kian sering terjadi.
BahasBerita BahasBerita Informasi Terbaru Seputar Internet
