Banjir Rob Parigi Moutong: 40 KK Terdampak dan Evakuasi Cepat

Banjir Rob Parigi Moutong: 40 KK Terdampak dan Evakuasi Cepat

BahasBerita.com – Banjir rob melanda pesisir Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah baru-baru ini, menyebabkan sekitar 40 kepala keluarga terdampak langsung. Fenomena ini terjadi akibat pasang laut yang mencapai puncaknya dan diperparah kondisi dataran rendah wilayah pesisir, sehingga air laut meluap hingga merendam pemukiman warga dan sejumlah fasilitas umum. Pemerintah daerah bersama tim tanggap darurat bergerak cepat melakukan evakuasi dan memberikan bantuan logistik guna meminimalisir kerugian sosial dan ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Dampak dari banjir rob ini cukup signifikan. Selain merendam rumah warga, sejumlah jalan penghubung menuju area pemukiman mengalami kerusakan dan sulit dilalui. Lahan pertanian yang menjadi mata pencaharian utama sebagian warga juga turut terendam air asin, berpotensi menurunkan hasil panen dan menimbulkan kerugian ekonomi jangka panjang. Salah seorang warga terdampak, Andi, mengungkapkan, “Kami kesulitan untuk beraktivitas karena air masuk sampai ke dalam rumah, selain itu hasil tani juga rusak akibat genangan air laut.” Lebih jauh, kondisi genangan air yang stagnan meningkatkan risiko timbulnya penyakit kulit dan gangguan kesehatan lain di kalangan masyarakat.

Dalam upaya penanganan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong bersama Dinas Sosial dan aparat desa telah melakukan evakuasi sementara bagi warga yang rumahnya paling terdampak. Kepala BPBD setempat, Agus Salim, menyampaikan, “Kami terus memantau perkembangan pasang laut dan berkoordinasi dengan BMKG untuk prediksi cuaca agar langkah mitigasi bisa dilakukan secara tepat waktu.” BMKG Sulawesi Tengah sendiri mencatat adanya peningkatan frekuensi pasang laut ekstrem yang dipengaruhi oleh perubahan iklim global serta siklus musim yang tidak menentu. Pemerintah daerah juga berencana memperkuat infrastruktur tanggul pantai dan melakukan normalisasi saluran air untuk mengurangi potensi banjir rob di masa depan.

Baca Juga:  57 Eks Pegawai KPK Desak Transparansi Data TWK Era Firli

Fenomena banjir rob bukan hal baru di wilayah pesisir Sulawesi Tengah. Sejarah mencatat beberapa kejadian serupa yang menimbulkan dampak sosial-ekonomi serius. Namun, dengan meningkatnya intensitas pasang laut tinggi yang dipicu perubahan iklim dan pemanasan global, risiko banjir rob menjadi semakin besar. Kondisi geografis pesisir yang rendah memudahkan air laut meluap saat air pasang puncak. Secara nasional, pemerintah telah menggalakkan program mitigasi bencana banjir rob dengan pembangunan sarana penahan serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan. Upaya ini bertujuan mengurangi dampak jangka panjang sekaligus menjaga kelangsungan hidup komunitas pesisir.

Potensi risiko berkelanjutan dari banjir rob ini mengharuskan pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat mitigasi bencana. Jika tidak ditangani secara serius, kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi yang timbul dapat memperburuk kondisi sosial masyarakat. Ketua Forum Masyarakat Pesisir Indonesia Cabang Parigi Moutong, Siti Rahmawati, menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam program mitigasi dan tanggap darurat agar kerentanan terhadap banjir rob dapat diminimalisasi. Masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau informasi dari BMKG dan pemerintah daerah guna antisipasi dini.

Bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat, pemerintah daerah membuka posko layanan di kantor kecamatan serta menyediakan nomor kontak darurat BPBD. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu percepatan bantuan serta mengurangi risiko bagi masyarakat terdampak. Selain itu, edukasi kesehatan terkait penanganan risiko penyakit pascabanjir juga terus digalakkan oleh Dinas Kesehatan setempat.

Aspek
Detail Dampak
Respons yang Dilakukan
Rencana Mitigasi
Keluarga Terdampak
40 kepala keluarga rumah terendam air pasang laut
Evakuasi sementara dan bantuan logistik dari BPBD
Perkuatan tanggul pantai, normalisasi saluran air
Fasilitas & Infrastruktur
Jalan terendam dan rusak, lahan pertanian terkena genangan
Penanganan darurat perbaikan akses dan distribusi bantuan
Pembangunan sarana penahan dan pemantauan pasang laut intensif
Kesehatan Masyarakat
Risiko penyakit kulit dan gangguan akibat genangan air
Edukasi kesehatan dan pengobatan pascabencana oleh Dinkes
Penguatan sistem tanggap darurat kesehatan masyarakat
Baca Juga:  Update Terbaru Bencana Sumatra: 995 Tewas, 226 Hilang

Banjir rob yang terjadi di Pesisir Parigi Moutong menjadi peringatan nyata terhadap kerawanan yang meningkat di wilayah pesisir Indonesia. Perubahan iklim dan kondisi geografis menuntut penanganan terpadu dari berbagai pihak agar dampak sosial-ekonomi dapat diminimalisasi. Kerjasama aktif antara pemerintah daerah, masyarakat lokal, dan lembaga ilmiah seperti BMKG sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, penanggulangan, serta perencanaan mitigasi bencana banjir rob ke depan. Dengan langkah-langkah strategis dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan daerah pesisir Parigi Moutong dapat menghadapi potensi bencana serupa dengan kesiapan dan ketahanan yang lebih optimal.

Tentang Rahmat Hidayat Santoso

Rahmat Hidayat Santoso adalah editorial writer berpengalaman dengan fokus utama di bidang kuliner. Lulusan Sastra Indonesia Universitas Indonesia (S1, 2012), Rahmat memulai kariernya sebagai jurnalis makanan sejak 2013 dan telah berkarya selama lebih dari 10 tahun di media cetak dan digital ternama di Indonesia. Ia dikenal karena keahliannya dalam mengulas tren kuliner, resep tradisional, serta inovasi makanan modern yang sedang berkembang di Nusantara. Tulisan Rahmat sering muncul di majalah ku

Periksa Juga

Bayi 9 Bulan Probolinggo Terlantar di RS Malaysia, Ini Kronologinya

Bayi perempuan 9 bulan asal Probolinggo dirawat intensif di RS Johor Malaysia. Pemerintah dan KJRI bantu pulangkan, pastikan perlindungan dan pendampi