BahasBerita.com – Banjir besar kembali melanda wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), menenggelamkan empat kecamatan sekaligus dan merendam ratusan rumah warga. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB menunjukkan kondisi air sungai yang terus naik setelah hujan lebat intensif mengguyur kawasan tersebut. Evakuasi darurat dan distribusi bantuan sosial saat ini tengah menjadi fokus utama pemerintah Kabupaten Dompu dan tim relawan untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa serta kerusakan lebih luas.
Fenomena banjir ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut minggu ini, menyebabkan aliran sungai utama di Dompu meluap. BPBD NTB melaporkan volume air di Sungai Waworada dan kumpulan anak sungainya naik drastis, melebihi kapasitas normal, sehingga membanjiri empat kecamatan yakni Dompu, Woja, Kilo, dan Manggelewa. Menurut rekaman pengawasan lapangan, tingginya debit air mencapai 1,5 hingga 2 meter, menyebabkan rumah warga di kawasan dataran rendah dan pinggiran sungai terendam air mulai dari 30 hingga 70 sentimeter.
Kecamatan Dompu sebagai ibu kota kabupaten paling terdampak dengan lebih dari 300 unit rumah terendam, sementara Kecamatan Woja, Kilo, dan Manggelewa melaporkan puluhan hingga ratusan rumah terdampak. Lokasi yang paling rawan banjir adalah di sekitar bantaran Sungai Waworada dan anak sungainya, terutama di desa-desa pesisir sungai seperti Desa Bada, Desa Tawali, dan Desa Manggelewa Barat. Jalan utama menuju Dompu pun mengalami penutupan sementara di beberapa titik akibat terendam air dan lumpur, menghambat akses transportasi darurat ke lokasi terdampak.
Pemerintah Kabupaten Dompu, bekerja sama dengan BPBD NTB dan melibatkan relawan lokal serta TNI, telah melakukan sejumlah langkah penanganan darurat. Tim gabungan ini fokus melakukan evakuasi warga terutama yang tinggal di rumah-rumah dekat sungai dan daerah rawan longsor. Sampai saat ini, tercatat lebih dari 600 jiwa telah dipindahkan ke tempat penampungan sementara yang tersebar di balai desa dan gedung serbaguna, lengkap dengan penyediaan makanan, air bersih, serta perlengkapan darurat lainnya. “Kami terus memantau kondisi dan siap menambah kapasitas bantuan jika situasi memburuk,” ungkap Kepala BPBD NTB, Irwan Hamid, saat konferensi pers beberapa jam lalu.
Selain evakuasi, pemerintah juga mempercepat distribusi logistik kepada korban terdampak. Bantuan berupa sembako, pakaian, dan kebutuhan dasar disalurkan dengan prioritas pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Menurut Kepala Dinas Sosial Dompu, Hj. Siti Harum, sinergi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan relawan sangat penting dalam memastikan kelancaran proses bantuan dan menghindari kekosongan pasokan. “Kami berharap cuaca segera membaik agar distribusi dan penanggulangan berjalan efektif,” tambahnya.
Kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak mulai menampakkan tekanan, terutama akibat terhambatnya akses transportasi dan aktivitas usaha lokal. Banyak pedagang pasar terpaksa menutup kiosnya karena lokasi yang kebanjiran dan akses jalan yang terputus. Aktivitas sekolah juga terganggu akibat beberapa fasilitas pendidikan di wilayah terdampak terendam air. Warga setempat yang mayoritas bekerja sebagai petani kini menghadapi risiko gagal panen karena lahan pertanian terendam banjir dan terkontaminasi lumpur.
Kecamatan | Jumlah Rumah Terendam | Titik Banjir Terparah | Korban Dievakuasi (jiwa) | Kondisi Infrastruktur |
|---|---|---|---|---|
Dompu | 300+ | Pinggiran Sungai Waworada | 350 | Beberapa ruas jalan terputus |
Woja | 150 | Desa Bada | 120 | Jalan utama terendam |
Kilo | 100 | Desa Tawali | 80 | Fasilitas sekolah terdampak |
Manggelewa | 130 | Desa Manggelewa Barat | 60 | Pasar lokal tutup sementara |
Pernyataan resmi dari Bupati Dompu, H. Bambang Mappagaya, menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap siaga menghadapi situasi ini dan telah menginstruksikan seluruh SKPD terkait untuk mengerahkan sumber daya maksimal. “Kami mengimbau masyarakat agar mengikuti arahan evakuasi dan tetap waspada terhadap perkembangan cuaca, terutama di daerah rawan banjir dan longsor,” kata Bambang dalam siaran pers. Ia juga menambahkan, koordinasi dengan BMKG NTB dijalankan secara intensif guna mengantisipasi potensi curah hujan susulan.
Menurut data terbaru BMKG, wilayah NTB, termasuk Dompu, masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan, meskipun prakiraan cuaca menunjukkan penurunan secara bertahap mulai akhir pekan. Pemantauan kondisi sungai dan potensi banjir bandang terus dilakukan, terutama di titik-titik rawan untuk memberikan peringatan dini tepat waktu kepada masyarakat dan pihak berwenang.
Dalam jangka panjang, pemerintah Kabupaten Dompu tengah merumuskan strategi rehabilitasi dan mitigasi banjir yang lebih komprehensif. Fokus utama diarahkan pada perbaikan dan pengelolaan aliran sungai, pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti tanggul dan saluran drainase, serta penguatan sistem peringatan dini yang melibatkan komunitas lokal. Program edukasi kesiapsiagaan dan mitigasi bencana akan terus digalakkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko yang ada.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menurunkan risiko banjir besar di masa mendatang serta mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial warga yang terdampak. Pemerintah juga berpesan agar masyarakat menjaga lingkungan sekitar, tidak membuang sampah sembarangan terutama di kawasan hulu sungai, untuk mengurangi potensi penyumbatan aliran air yang menyebabkan banjir.
Banjir besar di Dompu ini menjadi pengingat penting akan kebutuhan pengelolaan bencana alam yang responsif dan adaptif, khususnya di daerah rawan banjir di NTB. Kesiapsiagaan, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi informasi pemantauan cuaca dan hidrologi merupakan kunci utama dalam mitigasi risiko serta perlindungan jiwa dan harta benda warga di masa depan. Pemerintah daerah dan masyarakat bersama-sama dituntut agar tetap waspada dan tanggap dalam menghadapi kondisi iklim yang semakin tidak menentu akibat perubahan iklim global.
BahasBerita BahasBerita Informasi Terbaru Seputar Internet
