Arab Saudi U-17 Tersingkir Piala Dunia U-17 2025, Analisis Lengkap

Arab Saudi U-17 Tersingkir Piala Dunia U-17 2025, Analisis Lengkap

BahasBerita.com – Arab Saudi U-17 secara mengejutkan harus mengakhiri perjuangannya di Piala Dunia U-17 2025 setelah dikalahkan Mali U-17 dengan skor 0-2 dalam laga terakhir fase Grup L yang berlangsung di Aspire Zone, Qatar. Kekalahan ini menghentikan peluang The Green Falcons muda untuk melaju ke babak 32 besar, meski pada dasarnya Arab Saudi hanya memerlukan hasil imbang atau kekalahan dengan selisih gol minimal untuk lolos. Kondisi klasemen akhirnya berpihak pada Meksiko U-17 dan Paraguay U-17 yang berhasil mengamankan tiket babak knockout dengan keunggulan selisih gol dan poin.

Pertandingan krusial Arab Saudi versus Mali pada laga penentu Grup L berlangsung dengan tensi tinggi di Stadion King Abdullah Sports City. Arab Saudi yang diasuh oleh pelatih M Abdulwahab Alharbi tampil menekan sejak menit awal, tetapi kreativitas serangan mereka minim dan pertahanan Mali mampu mematahkan setiap peluang. Gol pembuka Mali tercipta pada babak pertama melalui serangan cepat yang tak terantisipasi, sementara gol kedua pada babak kedua menegaskan dominasi Afrika Barat tersebut. Hasil akhir skor 0-2 menunjukkan lemahnya produktivitas gol Arab Saudi yang selama turnamen ini kerap kesulitan mencetak lebih dari satu angka per laga.

Klasemen akhir Grup L mencatat Arab Saudi U-17 memiliki poin sama dengan Paraguay, yaitu empat poin dari tiga pertandingan. Namun, selisih gol yang memburuk membuat mereka tertinggal di posisi ketiga. Meksiko U-17 tampil sebagai pemuncak grup dengan kemenangan konsisten dan perbedaan gol cukup signifikan. Faktor keberhasilan Meksiko dan Paraguay lebih kepada efektivitas serangan dan konsistensi pertahanan, yang menjadi kelemahan utama dalam permainan Arab Saudi. Secara teknis, kelemahan penyelesaian akhir serta sedikitnya peluang mencetak gol matang menjadi alasan utama kegagalan mereka melaju lebih jauh.

Baca Juga:  Thom Haye Ungkap Penyebab Kegagalan Timnas Indonesia Piala Dunia 2025

Dampak dari kegagalan lolos ini cukup serius bagi pengembangan sepak bola usia muda di Arab Saudi. Pelatih M Abdulwahab Alharbi dalam konferensi pers menyampaikan, “Kami kecewa atas hasil ini, tapi kami akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki aspek teknik dan mental para pemain. Kompetisi ini menjadi cermin penting bagi kami untuk memperkuat pondasi tim U-17 demi masa depan.” Meski demikian, kegagalan tim U-17 tidak berimbas pada perjalanan tim senior Arab Saudi yang telah memastikan tiket mereka ke Piala Dunia 2026. Tim senior yang dikenal dengan julukan The Green Falcons berhasil lolos setelah menahan imbang 0-0 melawan Irak di babak kualifikasi Zona Asia, unggul produktivitas gol atas Qatar.

Nasib serupa juga dialami oleh Timnas Indonesia U-17 yang dipastikan tersingkir dari babak putaran final Piala Dunia U-17 2025 dan juga gagal di babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Kekalahan Arab Saudi dan negara-negara lain di kawasan Asia turut menunjukkan tantangan besar yang harus dihadapi Indonesia dalam meningkatkan kualitas dan daya saing sepak bola usia muda di tingkat dunia. Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Patrick Kluivert, menilai peningkatan fasilitas pelatihan dan pengalaman bertanding di level internasional menjadi kunci utama kedepannya.

Berikut tabel klasemen akhir Grup L Piala Dunia U-17 2025 yang memperlihatkan posisi serta poin tim-tim peserta:

Posisi
Tim
Poin
Selisih Gol
Status
1
Meksiko U-17
6
+3
Lolos Babak 32 Besar
2
Paraguay U-17
4
+1
Lolos Babak 32 Besar
3
Arab Saudi U-17
4
-1
Tersingkir
4
Mali U-17
3
0
Tersingkir

Gagalnya Arab Saudi U-17 menjadi peringatan penting bahwa pengembangan sepak bola junior harus lebih serius dikelola agar mampu bersaing di level dunia. Hal ini juga membuka ruang diskusi tentang pendekatan pelatihan, partisipasi kompetisi internasional yang lebih sering, dan pemanfaatan teknologi dalam peningkatan kemampuan teknik, taktik, serta mental pemain muda. Dakar-lessons ini krusial agar Arab Saudi tidak hanya mengandalkan kualitas tim senior untuk sukses di Piala Dunia berikutnya.

Baca Juga:  Nepal Gugat Malaysia Soal Dokumen Naturalisasi Palsu 2025

Mengenai tim senior, lolosnya Arab Saudi ke Piala Dunia 2026 menandai babak baru persiapan intensif menjelang turnamen tersebut. Kepala pelatih Arab Saudi senior, yang belum lama ditunjuk, berkomitmen untuk membangun skuad kuat dengan dukungan pemain muda yang siap naik kelas. Momentum keberhasilan lolos kualifikasi ini menjadi modal positif untuk memperlihatkan tajinya di Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Utara.

Sementara itu, terkait sepak bola Asia secara umum, hasil Piala Dunia U-17 2025 menunjukkan bahwa negara-negara kawasan harus fokus pada regenerasi dan peningkatan kompetensi lewat program jangka panjang. Kegagalan Arab Saudi dan Timnas Indonesia merupakan indikator bahwa persaingan sangat ketat dan setiap kekurangan kecil dapat berakibat fatal dalam perjalanan kompetisi internasional.

Ke depan, Arab Saudi dan tim-tim Asia lainnya perlu merevitalisasi sistem pembinaan usia muda dengan pengalaman pertandingan internasional sebagai sarana belajar efektif. Program pelatihan, pemantauan talenta, serta kerja sama dengan klub-klub besar di Eropa dapat menjadi strategi pelengkap demi target prestasi yang lebih tinggi di event-event mendatang.

Dari sisi Indonesia, evaluasi serius dan penguatan fundamental sepak bola usia muda menjadi fokus penting agar tidak terus tertinggal dalam skala dunia. Dengan tren peningkatanlevel kompetisi global, investasi dalam pelatih berpengalaman seperti Patrick Kluivert dan Nova Arianto menjadi nilai strategis.

Secara ringkas, eliminasi Arab Saudi U-17 di Piala Dunia U-17 2025 merupakan peristiwa penting dengan implikasi besar bagi kebangkitan sepak bola junior di wilayah Asia. Keberhasilan Arab Saudi senior lolos kualifikasi Zona Asia ke Piala Dunia 2026 justru menjadi kontras sekaligus peluang untuk belajar dan memperbaiki. Masyarakat sepak bola Indonesia dan Asia harus mengambil pelajaran berharga agar dapat berprestasi di panggung dunia selanjutnya.

Tentang Kirana Dewi Lestari

Avatar photo
Jurnalis investigatif yang mengulas isu-isu sosial dan fenomena unik masyarakat Indonesia dengan pengalaman 12 tahun di berbagai media nasional.

Periksa Juga

Krisis Sriwijaya FC 2026: Kebobolan 28 Gol & Masalah Finansial

Sriwijaya FC alami krisis performa 2026, kebobolan 28 gol akibat masalah finansial dan keterlambatan gaji pemain. Analisis lengkap dampak dan solusi.