8 Pemain Dicoret Timnas U-23 SEA Games 2025, Termasuk Arkhan Fikri

8 Pemain Dicoret Timnas U-23 SEA Games 2025, Termasuk Arkhan Fikri

BahasBerita.com – Timnas Indonesia U-23 resmi mengumumkan pencoretan delapan pemain menjelang persiapan SEA Games 2025, termasuk salah satu talenta muda berbakat, Arkhan Fikri. Keputusan ini disampaikan oleh pelatih Indra Sjafri setelah melalui proses evaluasi ketat selama pemusatan latihan yang dimulai pertengahan tahun 2025. Arkhan Fikri dinyatakan belum dapat melanjutkan seleksi karena sedang dalam tahap pemulihan cedera yang membuatnya belum siap secara maksimal untuk tampil di ajang internasional tersebut.

Selain Arkhan, tujuh pemain lain yang dicoret adalah Brandon Marsel Scheunemann, Mikael Alfredo Tata, Muhammad Alfarezzi Buffon, Wigi Pratama, Rifqi Ray Farandi, Ricky Pratama, dan Ikram Algifari. Keputusan ini menyesuaikan dengan regulasi SEA Games 2025 yang membatasi kuota pemain hanya 23 orang. Sebelumnya, skuad ini berjumlah 30 pemain yang mengikuti rangkaian sesi latihan intensif dan penilaian performa hingga kondisi fisik. Pelatih Timnas U-23, Gerald Vanenburg, bersama asistennya Indra Sjafri, mengambil langkah tegas guna memoles tim terbaik yang siap berlaga di turnamen regional bergengsi tersebut.

Proses seleksi ini dilakukan secara bertahap, diawali dari pemusatan latihan yang menitikberatkan pada kebugaran, teknik permainan, serta kerja sama tim. “Kami fokus menyiapkan skuad yang tidak hanya memiliki kualitas teknik, tetapi juga kesiapan mental dan fisik. Cedera beberapa pemain, termasuk Arkhan Fikri, menjadi pertimbangan utama karena kami membutuhkan pemain yang fit untuk menghadapi kompetisi ketat,” ungkap Vanenburg dalam konferensi pers resmi yang dikutip dari pernyataan PSSI. Indra Sjafri menambahkan, “Pencoretan ini bukan berarti akhir dari perjalanan mereka di Timnas. Kami berterima kasih atas dedikasi mereka selama pemusatan latihan dan mendorong agar proses pemulihan cedera dapat berjalan dengan baik sehingga kesempatan bermain tetap terbuka ke depannya.”

Baca Juga:  Mengapa Timnas Indonesia Gagal ke Playoff 2025 Irlandia?

Cedera yang dialami Arkhan Fikri menjadi sorotan utama dalam pengumuman ini. Sebagai pemain yang kerap mendapat perhatian publik karena performanya yang menjanjikan, ketidakhadirannya tentu akan berpengaruh pada kekuatan lini tengah Timnas U-23. Namun, pelatih yakin skuad yang tersisa tetap kompetitif dengan kehadiran pemain muda lain seperti Frengky Missa dari Arema FC dan Rivaldo Pakpahan yang menunjukkan perkembangan positif selama proses seleksi. “Kami berusaha menciptakan keseimbangan antara regenerasi dan pengalaman. Persiapan kami terus berjalan dengan fokus menghadapi Piala AFF U-23 2025 yang akan menjadi ajang pemanasan sebelum SEA Games,” ujar Indra.

Pemain Dicoret
Posisi
Alasan Pencoretan
Asal Klub
Arkhan Fikri
Gelandang
Cedera dan dalam pemulihan
Arema FC
Brandon Marsel Scheunemann
Bek Tengah
Evaluasi performa
Tersembunyi
Mikael Alfredo Tata
Bek
Evaluasi teknis
Tersembunyi
Muhammad Alfarezzi Buffon
Kiper
Kondisi fisik
Tersembunyi
Wigi Pratama
Gelandang
Strategi permainan
Tersembunyi
Rifqi Ray Farandi
Striker
Performa saat latihan
Tersembunyi
Ricky Pratama
Striker
Evaluasi teknik dan fisik
Tersembunyi
Ikram Algifari
Gelandang
Penyesuaian taktik
Tersembunyi

Daftar di atas menunjukan pemain yang tidak lolos tahap akhir seleksi demi menyempurnakan dan memenuhi kuota regulasi SEA Games. PSSI memastikan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi obyektif yang mempertimbangkan seluruh aspek performa, kesehatan, dan kesiapan mental.

Pengurangan skuad dari 30 menjadi 23 pemain ini tak hanya menyiapkan persaingan di ajang SEA Games, tetapi juga mengantisipasi persiapan untuk Piala AFF U-23 2025. Ini menjadi momen krusial bagi pelatih Vanenburg yang baru saja ditunjuk, dimana fokus utamanya membangun tim yang siap secara fisik dan mental menghadapi kompetisi regional. “Kami optimis skuad yang ada saat ini bisa memberikan performa terbaik. Pencoretan memang tidak mudah, tapi penting untuk memastikan kesiapan setiap pemain yang turun ke lapangan,” kata Gerald Vanenburg.

Baca Juga:  Hasil Liga Italia: Inter Milan Bungkam Cagliari di Giuseppe Meazza

Selanjutnya, Timnas U-23 dijadwalkan akan bertolak ke Thailand untuk menghadapi SEA Games dengan agenda latihan terakhir sekaligus adaptasi lapangan. Terlebih, fokus juga diberikan pada pemulihan pemain cedera agar dapat kembali memperkuat tim di kompetisi-kompetisi selanjutnya. Regenerasi pemain muda menjadi program jangka panjang PSSI dan pelatih dengan tujuan memastikan keberlanjutan prestasi Timnas Indonesia U-23.

Pencoretan ini membawa konsekuensi strategis, terutama dalam komposisi pemain di posisi tengah dan depan, dimana absennya Arkhan Fikri dapat memengaruhi keseimbangan permainan. Namun, pelatih menegaskan skuad final telah dipersiapkan demikian rupa dengan opsi pengganti yang kompetitif. Pengembangan skill pemain muda lainnya seperti Rahmat Syawal dan Ahmad Wadil menjadi alternatif yang diharapkan dapat mengisi peran vital di lini tengah hingga depan.

Langkah terdepan selanjutnya adalah memperkuat chemistry antar pemain, meningkatkan koordinasi di lapangan, dan menjaga kondisi fisik hingga penampilan maksimal di SEA Games 2025. Timnas U-23 berambisi membawa pulang prestasi terbaik sekaligus membuka peluang untuk tampil lebih kompetitif di kelas U-23 Asia di masa mendatang.

Keputusan pencoretan yang diumumkan ini mendapatkan respon positif dari pelatih dan manajemen PSSI yang menilai hasil seleksi mencerminkan kualitas serta kesiapan tim secara optimal. Masyarakat pecinta sepak bola nasional pun turut menantikan kiprah Timnas U-23 di turnamen SEA Games dan Piala AFF yang akan datang sebagai wadah pembuktian regenerasi pemain muda Indonesia dengan semangat juang tinggi.

Timnas Indonesia U-23 kini fokus melangkah dengan skuad final terpilih, mematangkan kesiapan guna meraih hasil terbaik dan menjaga tradisi prestasi sepak bola nasional di kancah internasional usia muda.

Tentang Raden Arya Pratama

Raden Arya Pratama adalah Financial Writer dengan fokus utama pada dinamika politik dan dampaknya terhadap kebijakan ekonomi Indonesia. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Politik dari Universitas Indonesia pada 2010 dan melanjutkan studi Magister Ekonomi Politik di Universitas Gadjah Mada hingga 2013. Dengan pengalaman lebih dari 11 tahun menulis dan menganalisis hubungan antara politik dan keuangan, Raden telah bekerja di sejumlah media nasional terkemuka serta lembaga riset ekonomi. Karyanya sering

Periksa Juga

Krisis Sriwijaya FC 2026: Kebobolan 28 Gol & Masalah Finansial

Sriwijaya FC alami krisis performa 2026, kebobolan 28 gol akibat masalah finansial dan keterlambatan gaji pemain. Analisis lengkap dampak dan solusi.